Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKriminal

Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Ditangkap di Bandara Pekanbaru, Polisi Sita 2 Kg Sabu dan Buru Jaringan Besarnya

112
×

Gagal Lolos X-Ray! Kurir Asal Aceh Ditangkap di Bandara Pekanbaru, Polisi Sita 2 Kg Sabu dan Buru Jaringan Besarnya

Sebarkan artikel ini
Seorang pria berinisial AS, yang diduga berperan sebagai kurir narkoba asal Aceh, ditangkap setelah koper miliknya terdeteksi mencurigakan saat melewati pemeriksaan mesin X-Ray.

Sumatra Utara, Pekanbaru l secondnewsupdate.co.id – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat sekitar dua kilogram melalui Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru berhasil digagalkan. 

Seorang pria berinisial AS, yang diduga berperan sebagai kurir narkoba asal Aceh, ditangkap setelah koper miliknya terdeteksi mencurigakan saat melewati pemeriksaan mesin X-Ray.

Example 300x600

Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau dengan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara SSK II.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menjelaskan penangkapan bermula ketika petugas Avsec menemukan sebuah koper mencurigakan saat proses pemeriksaan X-Ray pada Senin (20/7) sekitar pukul 13.30 WIB.

“Petugas Avsec menemukan satu koper yang mencurigakan saat pemeriksaan X-Ray. Setelah dilakukan pencarian, pemilik koper berhasil ditemukan di ruang tunggu keberangkatan,” ujar Putu, Sabtu (25/7/2026).

Setelah berkoordinasi dengan tim Ditresnarkoba Polda Riau, koper tersebut dibuka dan diperiksa. Hasilnya, petugas menemukan 14 bungkus yang diduga berisi sabu dengan berat total sekitar dua kilogram. 

Barang haram itu disembunyikan di dalam lipatan celana jeans yang tersusun rapi di dalam koper.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka AS mengaku membawa sabu tersebut dari Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, dan berencana membawanya ke Jakarta.

Selain menyita 14 bungkus sabu, polisi juga mengamankan satu koper berwarna biru serta dua unit telepon seluler yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Polda Riau memastikan penyelidikan tidak berhenti pada penangkapan kurir. 

Penyidik kini terus mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan pengendali yang berada di balik pengiriman sabu tersebut.

“Kami masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan di atasnya, menelusuri aliran dana, serta menerapkan penyidikan tindak pidana pencucian uang apabila ditemukan alat bukti yang cukup,” tegas Putu.

Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Riau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polda Riau juga mengajak masyarakat agar aktif membantu pemberantasan narkoba dengan melaporkan kepada aparat kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.

Kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan ketat di bandara mampu menggagalkan upaya penyelundupan narkotika serta mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkoba lintas provinsi. (Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600