Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiRagam Daerah

Nasib Pasar Banjarwangi Masih Menggantung, Usulan Rehabilitasi Sudah Masuk Kementerian, Anggaran Belum Kunjung Cair

112
×

Nasib Pasar Banjarwangi Masih Menggantung, Usulan Rehabilitasi Sudah Masuk Kementerian, Anggaran Belum Kunjung Cair

Sebarkan artikel ini
Kepala UPT Indag ESDM wilayah XX, Tata Setiawan, Usai diwawancarai, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan di wilayah kerjanya.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id – Harapan ribuan pedagang dan masyarakat Kecamatan Banjarwangi untuk segera menikmati pasar yang lebih layak masih harus tertunda. 

Meski usulan rehabilitasi Pasar Banjarwangi telah diajukan hingga ke Kementerian Perdagangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, hingga kini belum ada kepastian pencairan anggaran dari pemerintah pusat.

Example 300x600

Kondisi tersebut membuat rencana penataan pasar yang selama ini dinantikan belum dapat direalisasikan. 

Padahal, Pasar Banjarwangi menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Garut Selatan yang setiap hari menjadi tempat bertemunya pedagang dan pembeli dari berbagai desa.

Kepala UPT Disperindag ESDM Wilayah XX yang membawahi Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Pendeuy, Tata Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan di wilayah kerjanya.

Saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Cigerek, Desa Banjarwangi, Rabu (29/7/2026), Tata mengatakan UPT Disperindag ESDM Wilayah XX didukung oleh satu Kepala Subbagian Tata Usaha dan dua pegawai PPPK dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, UPT Disperindag tidak memiliki kewenangan mengelola pasar desa secara langsung. Pengelolaan Pasar Banjarwangi maupun Pasar Singajaya sepenuhnya berada di bawah pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“UPT hanya menjalankan fungsi monitoring, pembinaan, serta pengawasan sesuai tugas pokok dan fungsi. Kami juga rutin memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat dan melakukan pendataan komoditas perdagangan di wilayah kerja,” ujar Tata.

Menurutnya, terkait kondisi Pasar Banjarwangi yang dinilai membutuhkan rehabilitasi dan penataan, pihaknya telah berulang kali berkoordinasi dengan Kepala Desa Banjarwangi, Yogi, selaku pengelola pasar.

Usulan rehabilitasi tersebut secara rutin dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kemudian diteruskan melalui Disperindag Kabupaten Garut hingga diajukan kepada Kementerian Perdagangan.

Seluruh dokumen administrasi yang dipersyaratkan, lanjut Tata, telah dilengkapi dan mendapatkan persetujuan dari Disperindag Kabupaten Garut. Kini prosesnya tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat terkait alokasi anggaran.

“Alhamdulillah, respons dari Disperindag Kabupaten Garut sangat baik. Seluruh berkas pengajuan rehabilitasi Pasar Banjarwangi sudah diproses dan diteruskan ke Kementerian Perdagangan. Namun sampai saat ini anggaran dari pemerintah pusat belum juga turun,” ungkapnya.

Tata berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi Pasar Banjarwangi agar program rehabilitasi dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur pasar bukan hanya akan meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, tetapi juga memperkuat roda perekonomian masyarakat Banjarwangi dan wilayah Garut Selatan secara keseluruhan.

“Semoga usulan ini segera mendapat persetujuan sehingga Pasar Banjarwangi dapat direhabilitasi menjadi pasar yang lebih aman, nyaman, bersih, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600