Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaLingkungan HidupRagam Daerah

TPPAS Legok Nangka Mulai Dibangun, Pemkab Bandung Tegaskan Komitmen Atasi Sampah dan Hasilkan Listrik

112
×

TPPAS Legok Nangka Mulai Dibangun, Pemkab Bandung Tegaskan Komitmen Atasi Sampah dan Hasilkan Listrik

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

Jawa Barat, Kab. Bandung l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka melalui kehadiran Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana dalam acara groundbreaking Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan Waste to Energy di Jawa Barat sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota di kawasan Bandung Raya.

Example 300x600

Bagi Pemkab Bandung, dimulainya pembangunan fisik TPPAS Regional Legok Nangka menjadi langkah penting menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. 

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Bandung Raya.

PSEL Legok Nangka merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah setiap hari yang berasal dari enam daerah, yakni Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.

Dari proses tersebut akan dihasilkan energi listrik dengan kapasitas sekitar 40,79 megawatt.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi tonggak penting dalam penyelesaian persoalan sampah perkotaan sekaligus mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia.

Menurutnya, proyek ini diharapkan menjadi model pengolahan sampah menjadi energi yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. 

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta seluruh pemerintah daerah yang terlibat dalam percepatan pembangunan proyek tersebut.

Yuliot menjelaskan pemerintah menargetkan persoalan sampah perkotaan dapat ditangani secara menyeluruh sebelum 2029 melalui penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Saat ini, timbulan sampah nasional mencapai sekitar 56,6 juta ton per tahun, dengan sekitar 35,7 persen di antaranya masih belum terkelola secara optimal.

Selain mengurangi volume sampah, PSEL Legok Nangka diproyeksikan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 311 ribu ton CO2 ekuivalen per tahun, menyediakan energi bersih, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang didukung JICA, IFC, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, serta sejumlah mitra swasta.

Ia menjelaskan teknologi pengolahan sampah asal Jepang memiliki standar kebersihan dan keandalan tinggi sehingga mampu beroperasi di kawasan perkotaan dengan dampak lingkungan yang minim. 

Selain menghasilkan energi terbarukan, proyek ini juga diharapkan membantu memperbaiki kualitas lingkungan Sungai Citarum, mengurangi pencemaran sampah plastik, serta membuka peluang perdagangan kredit karbon internasional.

Pembangunan PSEL Legok Nangka diperkirakan berlangsung selama 41 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029. Selama masa konstruksi, proyek ini diproyeksikan menyerap lebih dari 1.500 tenaga kerja.

Dengan dimulainya pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap pengelolaan sampah di Bandung Raya dapat semakin efektif, ramah lingkungan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan sampah menjadi energi listrik. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600