Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Lingkungan HidupRagam Daerah

Wabup Intan Warning Dunia Usaha di Tangerang: Jangan Tunggu Diperiksa, Limbah Domestik Wajib Dikelola Serius!

111
×

Wabup Intan Warning Dunia Usaha di Tangerang: Jangan Tunggu Diperiksa, Limbah Domestik Wajib Dikelola Serius!

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah melontarkan pesan tegas kepada seluruh pelaku dunia usaha di Kabupaten Tangerang agar tidak menganggap pengelolaan limbah domestik sekadar kewajiban administratif.

Banten, Tangerang l secondnewsupdate.co.id — Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah melontarkan pesan tegas kepada seluruh pelaku dunia usaha di Kabupaten Tangerang agar tidak menganggap pengelolaan limbah domestik sekadar kewajiban administratif.

Menurut Intan, kepatuhan terhadap pengelolaan limbah harus menjadi bagian dari budaya dan sistem operasional perusahaan sehari-hari. 

Example 300x600

Dunia usaha dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan produksi dan investasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Intan saat menghadiri Workshop “Kepatuhan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Limbah Domestik” yang digelar PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. di Hotel Haris Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (10/8/2026).

“Pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan bersama. Dunia usaha harus mampu menunjukkan bahwa peningkatan produksi dan investasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Intan.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Tanggung Jawab Lingkungan

Intan menilai pesatnya pertumbuhan industri, perdagangan, pergudangan, permukiman hingga berbagai aktivitas usaha di Kabupaten Tangerang telah memberikan kontribusi besar terhadap roda perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja.

Namun, pertumbuhan tersebut, kata dia, harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran serta tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan.

Ia mengingatkan, persoalan limbah domestik tidak boleh dipandang sebelah mata. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah berpotensi memberikan dampak terhadap kualitas air, tanah, lingkungan permukiman, hingga kesehatan masyarakat.

“Pengelolaan limbah tidak boleh hanya dilakukan ketika ada pemeriksaan, tetapi harus menjadi bagian dari sistem manajemen dan budaya operasional perusahaan sehari-hari,” tegasnya.

Intan bahkan mengingatkan agar keuntungan ekonomi yang diperoleh perusahaan tidak justru menimbulkan persoalan lingkungan yang akhirnya harus ditanggung masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan ekonomi menghasilkan keuntungan bagi perusahaan, tetapi meninggalkan beban pencemaran bagi masyarakat dan generasi berikutnya,” imbuhnya.

IPAL Domestik Diminta Benar-Benar Berfungsi

Lebih lanjut, Wakil Bupati Tangerang meminta setiap perusahaan memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik berfungsi secara optimal.

Tidak hanya itu, pemeliharaan IPAL juga harus dilakukan secara rutin. Perusahaan wajib memastikan air hasil pengolahan telah memenuhi baku mutu sebelum dilepaskan kembali ke lingkungan.

Menurut Intan, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle, recovery, efisiensi sumber daya, hingga konsep ekonomi sirkular juga perlu semakin diperkuat di lingkungan perusahaan.

“Pengelolaan lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal, tetapi dapat menggunakan teknologi tepat guna yang efektif, terukur dan mudah dipelihara,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan Kabupaten Tangerang sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas industri dan ekonomi yang terus berkembang.

Pemkab Tangerang Perkuat Pembinaan dan Pengawasan

Intan memastikan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan terus melakukan pembinaan sekaligus pengawasan terhadap kepatuhan dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan.

Perusahaan yang telah menjalankan pengelolaan lingkungan dengan baik diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya.

Sementara perusahaan yang masih memiliki kekurangan, menurut Intan, akan didorong untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan.

Ia juga berharap workshop yang digelar tersebut tidak berhenti sebagai forum pelatihan maupun seremoni semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus melahirkan komitmen dan aksi nyata dari dunia usaha.

“Kita ingin Kabupaten Tangerang tumbuh sebagai kawasan industri dan ekonomi yang kuat. Tetapi kita juga ingin mewariskan sungai yang bersih, air tanah yang terjaga, udara yang sehat, serta lingkungan yang layak bagi anak cucu kita,” pungkasnya.

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang harus dipilih salah satunya.

Keduanya justru harus berjalan beriringan agar pertumbuhan daerah memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjamin kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600