Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiRagam Daerah

Hari Tani Nasional 2026, FORTANI’26 Dorong Perluasan Akses Lahan dan Regenerasi Petani Garut

110
×

Hari Tani Nasional 2026, FORTANI’26 Dorong Perluasan Akses Lahan dan Regenerasi Petani Garut

Sebarkan artikel ini
Momentum Hari Tani Nasional 2026 dimanfaatkan Forum Tani (FORTANI’26) untuk memperkuat perjuangan dan aspirasi petani di Kabupaten Garut.

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Momentum Hari Tani Nasional 2026 dimanfaatkan Forum Tani (FORTANI’26) untuk memperkuat perjuangan dan aspirasi petani di Kabupaten Garut.

Hal itu diwujudkan melalui Seminar Publik Hari Tani Nasional 2026 yang digelar di Pesantren Ekologi Ath-Thariq, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (24/9/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang diikuti perwakilan kelompok tani tersebut menjadi ruang dialog antara petani, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat untuk membahas sejumlah persoalan agraria, termasuk regulasi dan akses lahan bagi petani.

Sejumlah narasumber hadir dalam seminar tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ardhy Firdian, perwakilan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Garut, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V, tokoh Garut Agus Alfaz, serta pemuda petani milenial Hamzah Sucipto.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ardhy Firdian mengapresiasi inisiatif Pesantren Ekologi Ath-Thariq bersama para petani yang telah menyampaikan berbagai masukan dalam forum tersebut.

Menurut Ardhy, sejumlah aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan persoalan yang tengah ditangani pemerintah. Namun, terdapat pula gagasan baru yang dinilai perlu dikaji lebih lanjut, terutama menyangkut regulasi dan perluasan akses bagi petani.

“Ada beberapa masukan yang tadi sangat banyak sekali alhamdulilah. Dan beberapa memang saat ini sedang kita garap, tapi ada beberapa yang memang itu menjadi suatu hal yang baru, yang saya kira memang itu sangat bagus sekali untuk kita tindaklanjuti ke depannya terutama mungkin berkaitan dengan masalah regulasi, kemudian juga terkait dengan masalah akses yang itu memang perlu dibuka seluas-luasnya untuk para petani kita,” ucap Ardhy.

Selain persoalan agraria, regenerasi petani turut menjadi perhatian. 

Ardhy menyebut pembinaan kelompok petani muda menjadi bagian penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong keterlibatan generasi muda melalui sejumlah program unggulan daerah, di antaranya Wirahebat dan Santrihebat.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mempersiapkan diri sekaligus meneruskan estafet kepemimpinan di sektor pertanian.

Hasil seminar tersebut selanjutnya akan dikaji pemerintah daerah untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinan. 

Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah harapan petani terhadap semakin terbukanya akses lahan garapan.

“Harapan kita dari pertanian karena tadi mungkin salah satu yang dibahas adalah terkait dengan akses lahan, itu mudah-mudahan apa yang menjadi impian dari para petani itu bisa terwujud terkait dengan ruang yang bisa diperluas terutama untuk para petani kita di Kabupaten Garut,” lanjutnya.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Ekologi Ath-Thariq, Ummi Nisa Wargadipura, mengatakan Seminar Publik Hari Tani Nasional 2026 merupakan bentuk respons terhadap pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Ia berharap kebijakan tersebut benar-benar memberikan perlindungan bagi petani, terutama mereka yang selama ini belum memiliki legalisasi atas lahan yang digarap.

“Mudah-mudahan ini adalah niat yang baik dari pemerintah. Niat yang baik, kebijakan yang baik, memberikan perlindungan terhadap petani yang selama ini tidak mempunyai legalisasi terhadap lahan garapannya,” katanya.

Menurut Ummi Nisa, perjuangan petani dalam isu agraria bukanlah persoalan baru. Karena itu, momentum Hari Tani Nasional diharapkan dapat kembali menggaungkan perjuangan petani dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Mulai dari petani, mahasiswa, hingga kelompok perempuan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan agraria sekaligus mendorong perhatian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi petani.

“Harapan diselenggarakan Seminar Publik ini adalah gaung bahwa kami juga berjuang sejak dahulu kala sampai saat ini harus diperhatikan oleh pemerintah sebagai bagian dari pejuang agraria,” ungkapnya.

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan aspirasi petani dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam memperkuat perlindungan, membuka akses, serta memastikan keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Garut. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600