Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaLingkungan HidupPeristiwaRagam Daerah

Lahan 1 Hektare di Pacet Bandung Terbakar, Santri Berjibaku Padamkan Api Sebelum Merembet ke Pesantren

140
×

Lahan 1 Hektare di Pacet Bandung Terbakar, Santri Berjibaku Padamkan Api Sebelum Merembet ke Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kebakaran melanda lahan kosong seluas kurang lebih 1 hektare di Kampung Gunung Manik RT 004/RW 008, Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 12.00 WIB. Sabtu (5/9/2026).

Jawa Barat, Kabupaten Bandung l secondnewsupdate.co.id – Kebakaran melanda lahan kosong seluas kurang lebih 1 hektare di Kampung Gunung Manik RT 004/RW 008, Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 12.00 WIB. Sabtu (5/9/2026).

Kobaran api sempat membuat warga dan penghuni Pondok Pesantren Darus’Saadah panik. Pasalnya, lahan yang terbakar berada tepat berdampingan dengan area pondok pesantren.

Example 300x600

Api pertama kali diketahui oleh sejumlah santri dan santriwati yang berada di sekitar lingkungan pesantren. Melihat kobaran api mulai membesar, mereka langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemadaman secara manual.

Upaya tersebut dilakukan untuk menghambat pergerakan api agar tidak menjalar ke area Pondok Pesantren Darus’Saadah yang berada di sekitar lokasi.

Situasi semakin cepat tertangani karena saat kejadian, personel Polsek Pacet bersama Kepala Desa Nagrak beserta jajaran kebetulan sedang berada tidak jauh dari lokasi. Mereka sebelumnya tengah melakukan penanganan kejadian kebakaran lain yang lokasinya berdekatan.

Begitu mengetahui adanya kebakaran baru, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan membantu proses pemadaman bersama masyarakat serta para santri.

Dengan mengandalkan peralatan pemadaman yang tersedia dan dilakukan secara gotong royong, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum merembet ke bangunan pesantren.

Lahan yang terbakar diketahui berupa rumput dan ilalang kering. Kondisi tersebut membuat api relatif mudah menjalar di area lahan kosong.

Lahan tersebut diketahui merupakan milik Robi, warga yang berdomisili di Cimahi. Sementara itu, hingga api berhasil dipadamkan, penyebab pasti munculnya kebakaran masih belum diketahui.

Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi. Bangunan Pondok Pesantren Darus’Saadah juga dipastikan aman dan tidak terdampak kobaran api.

Kepala Desa Nagrak, Ujang Suparman, mengatakan proses pemadaman berlangsung secara bersama-sama setelah api diketahui oleh warga dan para santri.

“Api berhasil dipadamkan berkat bantuan masyarakat, para santri, kepolisian, serta jajaran Pemerintah Desa Nagrak,” ujar Ujang.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap lahan yang dipenuhi rumput dan ilalang kering yang mudah terbakar.

Kecepatan para santri, warga, kepolisian, dan pemerintah desa dalam melakukan penanganan menjadi faktor penting sehingga kobaran api dapat dikendalikan dan tidak sampai menjalar ke lingkungan Pondok Pesantren Darus’Saadah. (Burhan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600