Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Musibah kebakaran yang menghanguskan tiga rumah dan merusak satu rumah lainnya di Kampung Lapang, RT 02/RW 06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, menyisakan persoalan serius bagi empat keluarga yang terdampak.
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mendesak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut agar segera memberikan perhatian dan mempertimbangkan bantuan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Tiga rumah milik Dede Yuyu, Awan, dan Sandi dilaporkan hangus terbakar. Rabu (21/10/2026).
Sementara itu, rumah milik Asih mengalami kerusakan pada bagian atap.
Akibat kejadian tersebut, empat keluarga harus menghadapi situasi sulit.
Sebagian korban kini terpaksa menumpang di rumah tetangga, sedangkan lainnya tinggal bersama kerabat untuk sementara waktu.
Salurkan Bantuan Pribadi, Korban Butuh Penanganan Lanjutan
Menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah, Yudha mendatangi lokasi untuk menemui keluarga terdampak.
Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang tunai dari dana pribadinya.
Bantuan kebutuhan pokok juga disalurkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut berupa bahan pangan dan beras guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban.
Kunjungan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Cikajang, Kepala Desa Mekarjaya, Ketua DPK APDESI Kecamatan Cikajang, serta Ketua RW setempat.
Meski bantuan awal telah diberikan, Yudha menilai kebutuhan para korban tidak berhenti pada pemenuhan pangan.
“Mereka juga membutuhkan dukungan lanjutan agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” tegas Yudha.
Menurutnya, penanganan pascakebakaran perlu dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Dorong Pemkab Garut Bentuk Forum TJSLP
Tidak itu saja, bahkan Yudha juga meminta Pemerintah Kabupaten Garut mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan untuk membantu pemulihan kehidupan keluarga korban kebakaran, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia secara khusus mendorong Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina dan Sekretaris Daerah Nurdin Yana, agar segera membentuk forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah koordinasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sehingga dukungan CSR dapat disinergikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
“Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan Bapak Sekda Garut harus mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR dan segera membentuk forum TJSLP, agar warga Garut yang terkena musibah bisa segera dibantu melalui dana CSR,” ujar Yudha.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat membuka peluang bantuan yang lebih luas, sehingga proses pemulihan para korban tidak hanya bergantung pada bantuan darurat.
Soroti Penghimpunan Zakat Rp13 Miliar
Selain mendorong pemanfaatan dana CSR, Yudha juga menyoroti potensi zakat yang dihimpun Baznas Kabupaten Garut. Ia menyebut penghimpunan zakat Baznas Garut pada 2026 mencapai Rp13 miliar.
Dengan potensi tersebut, ia berharap Baznas dapat mengkaji kemungkinan penyaluran bantuan kepada empat keluarga korban kebakaran di Desa Mekarjaya, sesuai ketentuan syariat, kriteria penerima, serta mekanisme penyaluran zakat yang berlaku.
“Harapan saya, Bapak Bupati bisa mendorong Baznas Garut agar memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. Mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Saya mohon dengan sangat agar Baznas membantu mereka membangun kembali rumahnya,” ungkapnya.
Yudha mengingatkan bahwa penyaluran zakat harus memperhatikan delapan golongan penerima zakat atau asnaf.
Karena itu, asesmen terhadap kondisi sosial dan ekonomi para korban diperlukan untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Ia berharap bantuan yang memungkinkan untuk disalurkan tidak hanya meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung pemulihan kehidupan keluarga terdampak melalui program yang sesuai dengan ketentuan.
Minta Kementerian Sosial Lakukan Asesmen
Yudha juga berharap Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan perhatian terhadap kondisi empat keluarga korban kebakaran tersebut.
Ia mendorong adanya asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan para korban sekaligus menilai kemungkinan akses terhadap program bantuan pemerintah sesuai persyaratan yang berlaku.
“Semoga ada asesmen dan perhatian dari Kementerian Sosial. Saya mohon agar empat keluarga yang mengalami musibah kebakaran ini bisa mendapatkan bantuan,” harapnya.
Menurut Yudha, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Garut, pemerintah pusat, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat pemulihan para korban.
Ia berharap langkah konkret dari berbagai pihak dapat segera diwujudkan agar empat keluarga terdampak kebakaran di Desa Mekarjaya tidak berlarut-larut menghadapi kesulitan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak. (Asan)
















