Banten Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mempercepat transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik.
Tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, digitalisasi transaksi kini didorong menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah strategis meningkatkan pelayanan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Tangerang di Aula Kecamatan Tigaraksa, Jumat (24/7/2026).
Dalam arahannya, Mesyal menegaskan bahwa transformasi digital merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah pedesaan.
“Digitalisasi harus hadir sampai ke wilayah pedesaan. Masyarakat perlu mendapatkan akses pembayaran yang mudah, aman, dan terjangkau tanpa harus selalu datang ke kantor pelayanan. Karena itu, sosialisasi dan edukasi harus diperluas hingga tingkat desa,” tegas Maesyal.
Menurutnya, penerapan transaksi digital tidak sekadar mengubah sistem pembayaran tunai menjadi non-tunai.
Lebih dari itu, digitalisasi menjadi fondasi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, akuntabel, efisien, serta mudah diawasi oleh masyarakat.
Program percepatan digitalisasi tersebut juga telah menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang Tahun 2025–2029 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi pendapatan daerah.
Untuk mempercepat implementasinya, Bupati meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperluas kanal pembayaran pajak dan retribusi secara digital. Selain itu, Bapenda juga diminta meningkatkan kualitas pendataan wajib pajak, memperkuat sistem pengawasan, mengoptimalkan penagihan, serta memperluas edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin terbiasa menggunakan layanan pembayaran digital.
Tak hanya itu, camat, kepala desa, lurah, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga didorong mengambil peran aktif dalam menyosialisasikan layanan digital kepada masyarakat sekaligus memperkuat infrastruktur teknologi dan literasi digital di wilayah masing-masing.
“Keberhasilan TP2DD bukan hanya menjadi tanggung jawab Bapenda. Ini merupakan tugas bersama. Seluruh perangkat daerah dan unsur kewilayahan harus memiliki komitmen yang sama untuk memperluas digitalisasi transaksi,” ujar Maesyal.
Di penghujung kegiatan, Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Banten dan Bank BJB yang selama ini mendukung percepatan digitalisasi transaksi di Kabupaten Tangerang.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin memperluas penggunaan kanal pembayaran digital, meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperkuat kemandirian fiskal demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Tangerang yang lebih maju, merata, dan berkelanjutan.
Transformasi digital yang menyentuh hingga tingkat desa diharapkan menjadi motor penggerak pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan, sekaligus mempercepat terwujudnya Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital. (Dia)
















