Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Bupati Tangerang Ungkap Strategi Sulap Kawasan Kumuh Pesisir Jadi Hunian Layak bagi Nelayan

906
×

Bupati Tangerang Ungkap Strategi Sulap Kawasan Kumuh Pesisir Jadi Hunian Layak bagi Nelayan

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menerima Penghargaan cinderamata atas tugasnya sebagai narasumber

DKI, Jakarta l secondnewsupdate.co.id — Penanganan kawasan permukiman kumuh di wilayah pesisir membutuhkan kerja bersama lintas sektor. 

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus membangun kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga, akademisi, swasta hingga masyarakat.

Example 300x600

Hal tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menjadi narasumber sekaligus menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dalam forum tersebut, Maesyal memaparkan pengalaman Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menata kawasan kumuh pesisir, khususnya di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk.

Menurutnya, keberhasilan penataan kawasan tersebut merupakan buah dari sinergi berbagai pihak. 

Pemerintah pusat dan daerah, lembaga sosial, institusi pendidikan, akademisi, pihak swasta serta masyarakat nelayan terlibat dalam proses penataan.

“Keberhasilan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang merupakan hasil sinergi dan kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah pusat dan daerah, namun juga melibatkan banyak pihak,” ujar Maesyal.

Ia mengungkapkan, sebelumnya terdapat sekitar 1,2 hektare kawasan di Desa Tanjung Anom yang kondisinya kumuh dan tidak tertata. 

Kondisi tersebut kemudian mendorong Pemkab Tangerang bersama sejumlah mitra untuk melakukan penataan secara terpadu.

Dalam prosesnya, Pemkab Tangerang menggandeng Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa, serta masyarakat nelayan setempat. 

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menjadi narasumber sekaligus menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Lahan yang sebelumnya tidak produktif dan kumuh secara bertahap ditata menjadi lingkungan permukiman yang lebih sehat dan nyaman.

“Berkat kerja sama dan kolaborasi dari banyak komponen yang memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan setempat di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, sekarang sudah tidak kumuh lagi,” ungkapnya.

Dibangun 110 Rumah untuk Nelayan

Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat pesisir, Pemkab Tangerang bersama koperasi dan Habitat for Humanity kemudian mengembangkan kawasan tersebut menjadi 110 unit rumah bagi masyarakat nelayan.

Tidak berhenti pada pembangunan hunian, pemerintah juga memberikan berbagai dukungan infrastruktur dasar serta program pemberdayaan masyarakat.

Maesyal menyebut, pemerintah daerah turut membangun saluran air, penerangan jalan dan fasilitas pendukung lainnya. 

Selain itu, keluarga nelayan juga memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

“Alhamdulillah sudah kita bangun lahan yang tadinya tidak produktif dan kumuh menjadi perumahan yang sehat bagi para nelayan. Pemerintah daerah juga memberikan kontribusi dengan membangunkan penyiaran, saluran airnya, penerangan jalan, juga diberikan kesempatan untuk pelatihan bagi istri para nelayan,” jelasnya.

Menurut Maesyal, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak cukup hanya dengan membangun fisik permukiman. 

Aspek sosial, pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat juga harus menjadi bagian dari program penataan.

SELARAS Jadi Program Unggulan Lingkungan

Lebih lanjut, Bupati Tangerang menegaskan Pemkab Tangerang akan terus hadir dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan permukiman masyarakat.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program unggulan pembangunan daerah SELARAS (Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan).

Program tersebut diarahkan pada sejumlah persoalan utama lingkungan dan permukiman, di antaranya pengelolaan sampah, pengendalian banjir serta pembangunan rumah layak huni.

“Kami telah memiliki program unggulan pembangunan daerah terkait dengan lingkungan dan permukiman yang berkesinambungan yaitu Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan (SELARAS),” tutur Maesyal.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga penataan kawasan pesisir Kabupaten Tangerang tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Lebih jauh, penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan pesisir yang aman, nyaman dan ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian warga.

“Dengan dukungan dan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan, penataan kawasan pesisir Kabupaten Tangerang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong kemandirian masyarakat,” pungkasnya. (Dia)

Penulis: Diana Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600