Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PendidikanPolitik

Demokrat Jabar Gaspol! Pendidikan Politik Anak Ranting di Cimahi Jadi Mesin Baru Menuju Target 9 Kursi

3535
×

Demokrat Jabar Gaspol! Pendidikan Politik Anak Ranting di Cimahi Jadi Mesin Baru Menuju Target 9 Kursi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Agung Budi Santoso (tengah):didampingi Wakil Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Andri Hermawan (kiri) dan Direktur Eksekutif Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Nanat Najmul Ma'arif (kanan) saat gelar jumpa pers

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat mulai memperkuat fondasi organisasi hingga ke akar rumput.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendidikan politik bagi kader ranting dan anak ranting se-Kota Cimahi yang digelar di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, Jalan Sangkuriang Barat II Nomor 4, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (22/8/2026).

Example 300x600

Acara dihadiri oleh, Ketua, Sekretaris,  Bendahara DPC PD Kota Cimahi, Dewan Fraksi Partai Demokrat Kota Cimahi, terdiri dari Edi Kanedi, Iwan Setiawan, Dadang Jaenudin, Rini Marthini, Aida Cakrawati Konda, Lilis Yusniawati, Kepala BPOKK DPC PD Cimahi, Kepala Bakomstra DPC PD Cimahi

Kegiatan ini bukan sekadar forum pembekalan kader. Pendidikan politik tersebut menjadi bagian dari strategi Partai Demokrat untuk menyiapkan kader yang memahami ideologi, sejarah, peran dan fungsi partai, sekaligus memiliki kemampuan berkomunikasi serta membangun kedekatan dengan masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Agung Budi Santoso mengatakan, penguatan kapasitas kader merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. 

Terlebih, ranting dan anak ranting merupakan struktur partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Agung, kader perlu dibekali pemahaman mengenai politik, pemilu, pilkada, kampanye, serta etika dan sikap yang harus ditunjukkan ketika berada di tengah masyarakat.

“Sebagai kader yang mempunyai manfaat di masyarakat, kita terus memberikan pemahaman mengenai kampanye, politik, pemilu, pilkada, termasuk bagaimana kader bersikap di masyarakat,” ujar Agung dalam konferensi pers di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Cimahi.

Pendidikan Politik DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa yang digelar di DPC Partai Demokrat Cimahi, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Agung Budi Santoso sangat mengapresiasi pendidikan politik tersebut.

Ia menegaskan, pembekalan tersebut diarahkan agar kader Partai Demokrat memiliki kesiapan ketika menghadapi momentum politik sekaligus mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kader.

100 Anak Ranting Ikuti Pembekalan

Agung menjelaskan, kegiatan pendidikan politik kali ini diikuti sekitar 100 kader anak ranting. Jumlah tersebut belum mencakup seluruh struktur anak ranting di Kota Cimahi karena pelaksanaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas tempat.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 312 RW di Kota Cimahi yang menjadi basis pembentukan struktur anak ranting. Dengan kondisi tersebut, tidak memungkinkan seluruh kader mengikuti kegiatan dalam satu waktu.

“Karena kita baru membentuk anak ranting dan ingin mengenalkan Partai Demokrat kepada mereka, maka pelaksanaannya bertahap. Hari ini sekitar 100 anak ranting yang hadir,” jelasnya.

Peserta berasal dari tiga kecamatan di Kota Cimahi. Sebagian merupakan kader baru yang bergabung dengan Partai Demokrat sehingga membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai organisasi, struktur kepengurusan, hingga arah perjuangan partai.

Agung menyebut antusiasme kader cukup tinggi. Menurutnya, kader baru memiliki rasa ingin tahu yang besar mengenai Partai Demokrat, mulai dari sejarah, kepengurusan, kantor partai hingga bagaimana menjalankan peran di tengah masyarakat.

Dibekali Pemahaman Hukum hingga Paralegal

Pendidikan politik tersebut juga menghadirkan materi mengenai hukum dan pendampingan masyarakat. 

Sejarah Demokrat Jadi Materi Penting

Selain persoalan hukum, Agung juga memberikan materi mengenai sejarah Partai Demokrat.

Ia mengatakan, pemahaman terhadap sejarah partai penting diberikan, khususnya kepada kader baru. 

Dengan mengetahui perjalanan organisasi, kader diharapkan memiliki rasa bangga sekaligus memahami nilai-nilai perjuangan yang menjadi bagian dari Partai Demokrat.

“Saya memberikan sedikit sejarah karena saya terlibat sejak awal di Partai Demokrat. Supaya mereka lebih mengenal partai. Dari materi hari ini nanti akan kita rangkum untuk menjadi bahan pendidikan kader berikutnya sehingga materinya berkesinambungan dan tidak terputus,” tutur Agung.

Menurutnya, pendidikan kader bukan kegiatan sekali selesai. DPC Partai Demokrat Kota Cimahi akan terus melakukan pembinaan secara bertahap agar kemampuan dan pemahaman kader semakin matang.

Disiapkan Menghadapi Pemilu

Meski aturan, sistem dan strategi kampanye untuk pemilu mendatang belum sepenuhnya menjadi pembahasan teknis, Agung menyebut pembinaan kader sejak dini merupakan investasi organisasi.

Kader harus dipersiapkan agar ketika momentum pemilu tiba, mereka telah memahami tugas, tanggung jawab serta mekanisme kerja di lapangan.

“Tujuannya tentu kita ingin menang. Tetapi sebelum sampai ke sana, kita siapkan dulu kader supaya ketika waktunya tiba mereka sudah siap, sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya,” tegasnya.

Untuk menarik simpati masyarakat, Agung mengatakan tidak ada satu formula yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh wilayah.

Setiap lingkungan memiliki karakter masyarakat yang berbeda sehingga kader harus mampu menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kondisi setempat.

Pendekatan itu bisa melalui kegiatan keagamaan, koperasi, komunitas, kegiatan sosial, hingga ronda atau siskamling.

“Tidak bisa kita harus begini atau begitu. Masing-masing daerah punya karakteristik berbeda. Kader mempunyai cara sendiri untuk meyakinkan masyarakat bahwa Demokrat adalah partai yang baik,” ungkapnya.

Target Demokrat Cimahi Naik dari 6 Menjadi 9 Kursi

Yang menarik, pendidikan politik tersebut juga menjadi bagian dari upaya Partai Demokrat Kota Cimahi memperkuat mesin organisasi menghadapi kontestasi politik mendatang.

Agung secara terbuka menyampaikan target peningkatan perolehan kursi legislatif.

Saat ini Partai Demokrat Kota Cimahi memiliki enam kursi. Ke depan, partai menargetkan mampu meningkatkan perolehan tersebut menjadi sembilan kursi.

“Sekarang kita enam kursi. Insyaallah kita bisa menjadi sembilan,” kata Agung.

Target tersebut tentu bukan perkara ringan. Karena itu, penguatan struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting dinilai menjadi salah satu kunci penting.

Kader yang berada di tingkat paling bawah dianggap memiliki posisi strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.

Mesin Politik Dibangun dari Akar Rumput

Agung menilai keberadaan ranting dan anak ranting bukan hanya untuk menghadapi pemilu. Struktur tersebut harus menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Kader diharapkan mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengarkan aspirasi, menjembatani persoalan serta memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Partai Demokrat melalui tindakan nyata.

“Harapannya anak ranting dan ranting semakin semangat, mengetahui sejarah Partai Demokrat dan memahami sebagai kader harus seperti apa. Setelah ini akan ada pendidikan kader berikutnya untuk semakin mematangkan mereka, khususnya kader-kader baru,” ujarnya.

Dengan pola pembinaan berkelanjutan tersebut, Partai Demokrat Kota Cimahi ingin membangun kader yang bukan hanya aktif ketika musim pemilu, tetapi juga mampu menjadi representasi partai di tengah kehidupan masyarakat.

Pendidikan politik di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Cimahi akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Di balik pembekalan materi politik, hukum dan sejarah partai, tersimpan agenda besar untuk memperkuat mesin politik dari bawah.

Dari ranting, anak ranting, hingga masyarakat—Demokrat Cimahi mulai menyiapkan barisan untuk menghadapi pertarungan politik mendatang dengan target yang lebih tinggi: enam kursi menuju sembilan kursi.

Sebagai tambahan menurut Agung, ini kan anak ranting Partai Demokrat sudah beberapa kali dibentuk anak ranting.

“Di sebelah yang lalu kita bikin untuk rantingnya. Untuk rantingnya kita bikin kemarin di Kampung Karuhun, Semedang.

Sambil jalan-jalan, sambil healing, kita bikin juga pendidikan politik, tapi untuk ranting. Jadi bertahap ranting, anak ranting, nanti ada pendidikan saksi, terus kita persiapkan terus.

Supaya lebih siap nanti di 2029 Partai Demokrat Cimahi sudah siap untuk bertempur lagi

“Yang penting kualitas aksinya ini jangan sampai kendor” tandasnya

Materi ini disampaikan oleh perwakilan DPD Partai Demokrat Jawa Barat.

Wakil Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Andri Hermawan, mengatakan ranting dan anak ranting memiliki posisi strategis karena menjadi motor sekaligus ujung tombak pergerakan partai di masyarakat.

Ia menjelaskan, kader dapat diberikan pemahaman dasar mengenai persoalan hukum sehingga mampu menerima, mencermati dan meneruskan persoalan masyarakat kepada pihak yang memiliki kewenangan.

Namun, Andri menegaskan kader tidak diarahkan menjadi advokat.

“Bukan menjadi advokat, tetapi menjadi paralegal. Ketika ada persoalan hukum di masyarakat, kader bisa menampung dan mencermati permasalahan tersebut. Untuk penyelesaiannya tetap melalui advokat atau bagian hukum resmi Partai Demokrat,” katanya.

Menurutnya, kemampuan mendengar dan menangani keluhan masyarakat secara tepat menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki kader.

Jika menerima informasi, pengaduan atau persoalan dari masyarakat, kader diharapkan tidak terburu-buru mengunggahnya ke media sosial.

“Kalau ada informasi atau keluhan masyarakat, jangan langsung di-up ke media sosial. Ditampung dulu, dicermati, ditulis atau direkam. Itu bagian dari komunikasi dan bentuk penghormatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan semacam itu, kata Andri, diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap kader sekaligus memperkuat citra Partai Demokrat sebagai organisasi politik yang hadir dan memberikan manfaat. 

Direktur Eksekutif Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Nanat  Najmul Ma’arif menerangkan, 

“Kebetulan saya diundang oleh Ketua DPC untuk menjadi salah satu pemateri. Salah satunya itu, ini kan bentuk dari upgrading kader ya, apalagi baru nih di Cimahi,” ujarnya.

Diakui oleh Nanat, bahwa pendidikan politik digelar di Cimahi oleh DPD Demokrat Provinsi Jawa Barat baru kali ini dilaksanakan.

“Hal pertama kali Anak ranting dan ranting dijadikan peserta. Artinya ini bukan main-main nih Kota Cimahi, Partai Demokrat Siap gaspol nih,” kata Nanat.

Artinya itu semuanya harus dipersiapkan sejak dini, sejak hari ini sampai nanti ketika semua terupgrade secara ilmu pengetahuan dan bagaimana kawan-kawan atau anak ranting dan ranting ini bergerak, sudah tahu mau kemana, mau belok kemana. 

Acara dimulai dari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600