BeritaPeristiwaRagam Daerah

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Panggung di Pakenjeng Garut Ludes Terbakar

63
Rumah panggung milik Sidin (50), seorang buruh harian lepas, yang terbakar diduga akibat korsleting listrik rata dengan tanah

Kabupaten Garut// secondnewsupdate.co.id – Personel Polsek Pakenjeng, Polres Garut, melakukan pengecekan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran rumah panggung yang terjadi di Kampung Negla, RT 05 RW 06, Desa Tanjungmulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Selasa (3/2/2026).

Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah panggung milik Sidin (50), seorang buruh harian lepas. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atap rumah dan diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada instalasi KWh.

Salah satu saksi mata, Supriadi (40), yang berada sekitar 10 meter dari lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa api dengan cepat membesar dan langsung melalap seluruh bangunan rumah panggung berukuran sekitar 6 x 7 meter tersebut.

“Api cepat sekali membesar, tidak lama rumah sudah habis terbakar,” ujar Supriadi.

Kapolsek Pakenjeng, IPTU Muslih Hidayat, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons setelah menerima laporan dari masyarakat dengan mendatangi lokasi kejadian.

“Anggota kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan situasi aman, mengamankan TKP, melakukan pendataan, serta mengumpulkan keterangan saksi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait,” jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp60 juta, mengingat rumah panggung tersebut mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah.

Sementara itu, warga sekitar bersama aparat setempat bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum api berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Polsek Pakenjeng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik maupun sumber api lainnya, mengingat masih banyak rumah warga yang berbahan kayu.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kebakaran serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penanganan lanjutan dan pemberian bantuan kepada korban terdampak.(Agung)

Exit mobile version