KasusKesehatanPeristiwa

Dugaan Apel Busuk dalam Menu MBG SDN 3 Pasir Lancar Disorot, Asda I Pandeglang Siapkan Tim Pemeriksaan

111
Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, menyatakan akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap persoalan tersebut. Kamis (29/10/2026).

Pandeglang, Banten l secondnewsupdate.co.id – Dugaan ditemukannya buah apel dalam kondisi busuk pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dibagikan kepada siswa SDN 3 Pasir Lancar, Kabupaten Pandeglang, menjadi perhatian pemerintah daerah.

Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, menyatakan akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap persoalan tersebut. Kamis (29/10/2026).

Langkah pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap secara jelas kondisi bahan pangan yang didistribusikan kepada para siswa, sekaligus memastikan proses penyediaan makanan dalam program MBG berjalan sesuai ketentuan keamanan pangan dan standar gizi yang berlaku.

Doni menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung.

“Nanti kita cek, turunkan tim,” ujar Doni melalui pesan singkat yang diterima awak media, Kamis (29/10/2026).

Pernyataan tersebut menjadi respons pemerintah daerah atas laporan mengenai dugaan buah apel busuk dalam menu makanan yang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar.

Koordinator Wilayah K-SPPG Janji Tindak Lanjuti Laporan

Respons juga disampaikan Ropiatul, selaku Koordinator Wilayah K-SPPG. 

Ia menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan dugaan tersebut.

“Baik Pak, akan kami tindaklanjuti perihal dugaan tersebut,” ujar Ropiatul.

Sementara itu, Ahmad Fauji, petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) setempat, mengatakan dirinya akan meminta keterangan kepada kepala dapur untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

“Kaitan ini nanti saya tanyakan ke kepala dapur. Saya belum tahu secara pasti kapan kejadian itu terjadi,” kata Fauji.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan dari kalangan masyarakat mengenai mekanisme pengawasan yang diterapkan dalam proses penyediaan dan pendistribusian makanan kepada para siswa.

Aktivis Pertanyakan Pengawasan dan Kualitas Menu MBG

Aktivis Marsuni mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG, khususnya yang disalurkan kepada siswa SDN 3 Pasir Lancar.

Menurut Marsuni, dugaan ditemukannya buah apel busuk perlu ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan bahan pangan sebelum diolah atau didistribusikan hingga mekanisme pengawasan di tingkat penyedia layanan.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana petugas terkait melakukan pemantauan rutin, apabila informasi mengenai waktu kejadian dan kondisi bahan pangan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pengelola dapur.

Selain persoalan kualitas buah, Marsuni menyoroti komposisi menu yang, menurut keterangannya, selama ini didominasi nasi, telur, sayuran, dan tahu. 

Ia meminta agar variasi serta keseimbangan kandungan gizi menu turut dievaluasi berdasarkan standar yang berlaku dalam program MBG.

“Jangan hanya memeriksa bahan makanan yang dilaporkan bermasalah. Kami meminta audit menyeluruh, mulai dari kondisi bangunan, tempat penyimpanan bahan pangan, hingga kelengkapan dokumen administrasi penyediaan menu MBG,” ujar Marsuni.

Ia meminta agar pemeriksaan tidak berhenti pada satu temuan, tetapi juga mencakup sistem pengadaan bahan pangan, prosedur penyimpanan, proses pengolahan, hingga pengiriman makanan ke sekolah penerima manfaat.

SPPG Sindangresmi Diminta Dievaluasi Menyeluruh

Sorotan tersebut turut diarahkan kepada SPPG Sindangresmi selaku penyedia pasokan menu MBG untuk SDN 3 Pasir Lancar.

Marsuni meminta agar tim pemeriksa meninjau kondisi fasilitas dapur, kebersihan tempat penyimpanan, kelayakan bahan pangan, serta prosedur pemeriksaan mutu sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.

Menurutnya, pemeriksaan yang komprehensif diperlukan untuk mengetahui apakah dugaan tersebut berkaitan dengan kualitas bahan pangan sejak diterima, proses penyimpanan, penanganan makanan, atau tahapan distribusi.

Ia juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan harus disampaikan secara transparan agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjut laporan tersebut.

Marsuni bahkan menyatakan akan melayangkan surat pengaduan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) apabila penanganan kasus tersebut dinilai belum menjawab persoalan yang dilaporkan.

“Kami meminta audit menyeluruh, bukan hanya cek bahan makanan saja. Jika kasus ini tidak ditangani dengan sungguh-sungguh, kami akan kirim surat ke BGN,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, sehingga kualitas makanan yang diterima siswa tetap terjaga.

Pemeriksaan Akan Menyasar Bahan Pangan hingga Sistem Distribusi

Tim pemeriksaan yang direncanakan turun ke lapangan diharapkan melakukan verifikasi terhadap sejumlah aspek penting dalam penyediaan menu MBG di SPPG Sindangresmi.

Pemeriksaan tersebut mencakup kelayakan bahan pangan, kondisi penyimpanan, prosedur pengendalian mutu, kebersihan fasilitas, serta mekanisme pengawasan sebelum makanan dikirimkan ke sekolah.

Selain itu, komposisi menu juga perlu ditelaah untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan gizi yang berlaku. 

Apabila ditemukan kekurangan atau pelanggaran, hasil pemeriksaan diharapkan menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk menentukan langkah perbaikan sesuai aturan.

Pengawasan yang berjalan konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi, terlebih penerima manfaat program tersebut adalah anak-anak usia sekolah yang membutuhkan makanan aman dan bergizi seimbang.

Hingga berita ini ditayangkan pada Kamis (29/10/2026), tim pemeriksaan yang dijanjikan belum turun ke lokasi. 

Pihak terkait masih menyusun jadwal untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

Dengan demikian, dugaan buah apel busuk dalam menu MBG SDN 3 Pasir Lancar masih memerlukan verifikasi lapangan. 

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi bahan pangan, pelaksanaan pengawasan, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan.

Seluruh pihak terkait juga diharapkan memberikan keterangan dan hasil evaluasi secara terbuka agar persoalan ini dapat ditangani secara objektif, sekaligus memastikan para siswa memperoleh makanan yang aman, layak, dan sesuai standar program MBG. (Sanan)

Penulis: SananEditor: Bama
Exit mobile version