Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BudayaEkonomiGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Gerobak Tahu Bulat Jadi Modal Hidup Baru, Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Disantuni di HBP ke-62

121
×

Gerobak Tahu Bulat Jadi Modal Hidup Baru, Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Disantuni di HBP ke-62

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Rd. Diky Candranegara memberikan gerobak tahu bulat kepada keluarga warga binaan kelas IIB Tasikmalaya, Senin(27/4/2026). (Foto:Krist)

Kota Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Suasana haru menyelimuti Aula Lapas Klas IIB Tasikmalaya, Senin (27/4/2026).

Dalam momen Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, warga binaan tak hanya mengikuti tasyakuran, tetapi juga menerima bekal nyata untuk menyongsong kehidupan baru.

Example 300x600

Pelaksana Harian Kalapas Klas IIB Tasikmalaya, Yadi Suryaman, menyerahkan gerobak tahu bulat kepada sejumlah warga binaan.

Bantuan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari program pembinaan kemandirian agar mereka siap berwirausaha setelah bebas.

“Ini bukan sekadar hadiah. Ini simbol kemandirian. Kami latih mereka, kami beri alatnya, supaya nanti saat keluar tidak bingung dan bisa langsung usaha,” tegas Yadi.

Momentum tersebut semakin bermakna dengan kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, yang turut menyerahkan santunan kepada 10 warga binaan.

Bantuan itu menjadi pesan kuat bahwa negara tetap hadir dan peduli terhadap proses pembinaan mereka.

“Lapas itu tempat kembali, bukan tempat berakhir. Santunan ini mungkin tidak besar, tapi ini pesan bahwa kami peduli dan kalian harus punya semangat untuk berubah,” ujar Diky di hadapan warga binaan.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mendukung program pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, keterampilan dan dukungan modal menjadi kunci penting untuk menekan angka residivisme.

“Kalau warga binaan punya skill dan bekal usaha, peluang untuk mengulang kesalahan bisa ditekan. Tapi masyarakat juga harus siap menerima mereka kembali,” tambahnya.

Salah satu penerima bantuan tak mampu menyembunyikan haru. Dengan mata berkaca, ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memulai hidup baru.

“Saya janji, Pak. Nanti keluar mau jualan tahu bulat. Nggak mau lagi bikin susah keluarga,” ucapnya lirih.

Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini menjadi pengingat bahwa di balik tembok penjara, harapan tetap tumbuh. Hukuman boleh dijalani, tetapi masa depan tetap bisa diperjuangkan dengan tekad, keterampilan, dan kesempatan kedua yang nyata. (Krist)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600