Jabar Garut/ secondnewsupdate.co.id – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang produksi kusen kayu di Kampung Bayongbong RT 003 RW 005, Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, dini hari sekitar pukul 04.10 WIB. Kamis (23/7/2026).
Kobaran api meluluhlantakkan sebagian besar bangunan beserta tumpukan material kayu yang berada di dalamnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Kapolsek Bayongbong, IPTU Mahmudi, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Personel kepolisian segera melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus membantu proses penanganan bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait.
Berdasarkan hasil keterangan saksi, peristiwa bermula ketika seorang pekerja yang sedang beristirahat di dalam gudang mendengar suara letupan kecil dari bagian belakang bangunan.
Karena menganggap suara tersebut tidak membahayakan, saksi kembali melanjutkan istirahat.
Tak berselang lama, terdengar teriakan warga yang mengabarkan adanya kebakaran.
Saat saksi keluar untuk memastikan kondisi, api ternyata sudah membesar dan membakar tumpukan kayu di dalam gudang. Saksi kemudian menyelamatkan diri sambil meminta pertolongan warga sekitar.
Warga bersama aparat setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut tiba di lokasi.
Setelah melakukan proses pemadaman sekitar 30 menit, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain.
Gudang berukuran kurang lebih 20 x 23 meter tersebut mengalami kerusakan berat. Hampir seluruh bagian bangunan hangus terbakar, sementara hanya sebagian kecil di bagian depan yang masih tersisa.
Pemilik gudang diketahui bernama Dadi Supriadi (47), seorang wiraswasta asal Kampung Cigandok, Desa Karya Mekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.
Menurut Mahmudi, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik pada bagian atap belakang gudang.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Diduga kebakaran dipicu korsleting arus listrik di bagian atap belakang gudang. Namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Mahmudi.
Polsek Bayongbong telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan masyarakat, melakukan olah TKP, mendokumentasikan lokasi kejadian, hingga mengumpulkan keterangan para saksi.
Penanganan kebakaran juga melibatkan unsur Kecamatan Bayongbong, Pemerintah Desa Bayongbong, Satpol PP Kabupaten Garut, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut.
Mahmudi turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, baik di rumah maupun di tempat usaha.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian besar. (Agung)
















