Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor, KDS Pimpin Apel Siaga Bencana Kabupaten Bandung: Perkuat Sinergi dan Kesiapan Personel

108
×

Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor, KDS Pimpin Apel Siaga Bencana Kabupaten Bandung: Perkuat Sinergi dan Kesiapan Personel

Sebarkan artikel ini
Dalam arahannya, KDS menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Bandung yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Kab. Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana alam. 

Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, memimpin Apel Siaga Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam di wilayah hukum Polresta Bandung, Senin (2/11/2026).

Example 300x600

Apel yang berlangsung di Mapolresta Bandung tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, TNI-Polri, relawan, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam arahannya, KDS menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Bandung yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. 

Menurutnya, apel siaga menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

“Apel siaga ini menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana,” ujar KDS.

KDS mengingatkan, memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung masih memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Ancaman banjir, tanah longsor, hingga dampak cuaca ekstrem perlu diantisipasi melalui langkah konkret dan terukur.

Ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh hanya berorientasi pada tindakan setelah kejadian. Upaya pencegahan dan mitigasi harus menjadi prioritas agar risiko serta dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

“Dalam penanganan bencana, kecepatan respons memang penting, namun upaya pencegahan dan kesiapsiagaan juga sama pentingnya. Identifikasi wilayah rawan, pemantauan kondisi lingkungan, kesiapan jalur evakuasi, ketersediaan peralatan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, KDS menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, relawan, serta seluruh elemen masyarakat.

Setiap unsur diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga komunikasi, koordinasi, dan pelaksanaan penanganan bencana di lapangan dapat berjalan cepat, terpadu, dan efektif.

Tidak hanya mengandalkan kesiapan petugas, KDS juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengurangi risiko bencana. 

Di antaranya dengan menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Melalui apel siaga tersebut, KDS berharap komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kabupaten Bandung tangguh bencana semakin kuat.

Menurutnya, daerah yang tangguh bencana harus mampu mengenali potensi risiko, menyiapkan langkah antisipasi, merespons keadaan darurat secara cepat, serta memulihkan kondisi masyarakat secara efektif.

Dengan kesiapan personel, peralatan, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat, diharapkan potensi bencana selama musim penghujan dapat dihadapi secara lebih terencana sehingga keselamatan masyarakat Kabupaten Bandung tetap menjadi prioritas utama. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600