Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBeritaInformatikaRagam Daerah

Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas

116
×

Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Hibah untuk 9 Pesantren, Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, bertindak memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyalurkan dana hibah kepada sembilan pondok pesantren melalui Program Santri Hebat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Example 300x600

Kegiatan yang dirangkaikan dengan upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Garut itu berlangsung di Lapangan Otista, Kecamatan Garut Kota, Kamis (22/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, bertindak memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Dalam amanat tersebut, Nurdin menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh K.H. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Nurdin Yana.

Menurutnya, perjuangan santri pada masa kini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan era perjuangan kemerdekaan. 

Jika dahulu para santri berjuang mengangkat senjata, saat ini pengabdian kepada bangsa harus diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia.

“Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini bagi seorang santri tidak boleh padam,” tegasnya.

Santri Dituntut Berperan Aktif Menuju Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. 

Tema tersebut menegaskan pentingnya kontribusi santri dalam menentukan arah masa depan bangsa, terutama dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Nurdin menyampaikan, cita-cita Indonesia Emas membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, mampu menguasai teknologi, memiliki akhlak mulia, serta sanggup melahirkan berbagai inovasi.

Karena itu, para santri didorong untuk tidak membatasi diri dalam mengembangkan potensi dan kemampuan. 

Santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari keagamaan hingga ilmu pengetahuan, dunia usaha, pendidikan, dan kepemimpinan nasional.

“Di sinilah para santri harus mengambil peran penting. Santri tidak boleh merasa kecil, tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa selama masih terus belajar bersungguh-sungguh dan mengabdikan ilmunya bagi Indonesia,” tuturnya.

Selain meningkatkan kapasitas diri, Nurdin berpesan agar santri tampil sebagai pelopor kemajuan ilmu pengetahuan, penjaga kerukunan dan persatuan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi landasan untuk menjaga kelestarian bumi, membangun kehidupan yang harmonis, dan menebarkan kedamaian di tengah masyarakat.

“Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena Indonesia yang kuat hanya dapat dibangun melalui kebersamaan,” pesannya.

Sembilan Pesantren Terima Hibah Program Santri Hebat

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Garut juga menyalurkan dana hibah melalui Program Santri Hebat kepada sembilan pondok pesantren yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan peran pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

Adapun sembilan pondok pesantren penerima hibah tersebut meliputi:

Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Kecamatan Bayongbong.

Pondok Pesantren Jabal Syarif, Kecamatan Cilawu.

Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Basyariyah 488, Kecamatan Cisurupan.

Pondok Pesantren Siliwangi, Kecamatan Leles.

Pondok Pesantren Sirojul Huda, Kecamatan Sukawening.

Pondok Pesantren Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug.

Pondok Pesantren Zawiyah, Kecamatan Samarang.

Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Yuka Garut, Kecamatan Banyuresmi.

Pondok Pesantren Al-Ittihad, Kecamatan Tarogong Kidul.

Nurdin berharap pesantren semakin optimal menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. 

Ketiga fungsi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Dengan menjalankan tiga fungsinya secara optimal, pesantren akan semakin berperan nyata dalam pembangunan nasional dan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Garut pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600