Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaKesehatanRagam Daerah

Hj Neneng Asep Ismail Hadiri Bimtek dan Penyaluran Dana Operasional Posyandu se-Kecamatan Cipongkor

52
×

Hj Neneng Asep Ismail Hadiri Bimtek dan Penyaluran Dana Operasional Posyandu se-Kecamatan Cipongkor

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, Hj Neneng Asep Ismail, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus penyaluran bantuan operasional bagi kader Posyandu se-Kecamatan Cipongkor yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Cipongkor, Rabu (6/5/2026).

Ratusan kader Posyandu padati Gedung Serbaguna Cipongkor, Pemkab Bandung Barat dorong peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Bandung Barat/ secondnewsupdate.co.id – Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, Hj Neneng Asep Ismail, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus penyaluran bantuan operasional bagi kader Posyandu se-Kecamatan Cipongkor yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Cipongkor, Rabu (6/5/2026).

Example 300x600

Kehadiran Neneng yang juga merupakan istri Wakil Bupati Bandung Barat itu menjadi perhatian ratusan kader Posyandu yang hadir dari berbagai desa di wilayah Cipongkor.

Antusiasme peserta yang sangat tinggi sempat membuat panitia kewalahan. Kapasitas gedung yang terbatas tidak mampu menampung seluruh peserta yang hadir, sehingga panitia harus bergerak cepat melakukan penyesuaian agar acara tetap berjalan lancar dan tertib.

Secara simbolis Camat Cipongkor, Ilman Suherlan, memberikan bantuan operasional bagi para Nakes Posyandu

Camat Cipongkor, Ilman Suherlan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini konsisten menjalankan pelayanan di masyarakat.

Menurutnya, tingkat kehadiran warga ke Posyandu terus mengalami peningkatan. Salah satu faktor pendorongnya adalah adanya program penyaluran Makanan Bergizi Gratis yang semakin menarik minat masyarakat untuk datang ke Posyandu.

“Kami menargetkan tingkat kehadiran warga ke Posyandu bisa mencapai 95 persen. Ini menjadi indikator penting keberhasilan pelayanan dasar di masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Ilman juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi kader Posyandu, terutama terkait keterbatasan anggaran operasional akibat berkurangnya alokasi Dana Desa.

Ia berharap kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Cipongkor, Hj Eha Julaeha, mengingatkan bahwa peran Posyandu kini semakin luas dan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Posyandu saat ini juga memiliki peran pada bidang pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan keluarga. Karena itu, kader harus terus meningkatkan kapasitas dan semangat pengabdian,” katanya.

Sementara itu, Neneng menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kader Posyandu yang dinilainya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat paling bawah.

Ia menegaskan, keberadaan Posyandu memiliki peran strategis dalam menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mendukung pembangunan keluarga berkualitas.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kader Posyandu. Dengan adanya bantuan operasional dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kami berharap kinerja kader semakin optimal,” ujar Neneng.

Kehadiran Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, Hj Neneng Asep Ismail yang juga merupakan istri Wakil Bupati Bandung Barat itu menjadi perhatian ratusan kader Posyandu yang hadir dari berbagai desa di wilayah Cipongkor.

Berdasarkan data yang disampaikan Kasi PMD Kecamatan Cipongkor, Adi Solehudin, saat ini terdapat 132 Posyandu di Kecamatan Cipongkor. Namun, baru sekitar 70 persen yang telah memiliki bangunan sendiri.

“Masih ada 39 Posyandu yang belum memiliki bangunan permanen,” ungkapnya.

Adi juga mengungkapkan bahwa persoalan stunting masih menjadi perhatian serius di wilayah Cipongkor. Hingga saat ini tercatat sebanyak 291 KRS (Kelompok Rawan Stunting) yang berada dalam penanganan dua Puskesmas setempat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala desa, bidan desa, BP3KB, Puskesmas, serta tamu undangan lainnya. Adapun materi Bimtek disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat. (Lalas)

Penulis: Lasmanalalas Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600