Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Suasana berbeda terlihat di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (18/6/2026).
Ratusan aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), hingga tenaga harian lepas (THL) larut dalam kemeriahan Festival Olahraga Tradisional Antar Perangkat Daerah yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Cimahi.
Sebanyak 32 perangkat daerah ambil bagian dalam ajang yang bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya olahraga tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda.
Gelak tawa dan sorak sorai peserta pecah saat sejumlah cabang olahraga tradisional dipertandingkan. Mulai dari tarompah panjang, balap karung, estafet air, hingga balap lari balok yang menguji kekompakan, ketangkasan, dan strategi setiap tim.
Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, mengatakan peringatan seperempat abad perjalanan Kota Cimahi menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, usia 25 tahun merupakan fase penting bagi Kota Cimahi untuk terus tumbuh menjadi daerah yang lebih maju, inovatif, dan kompetitif. Karena itu, semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan olahraga tradisional diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh aparatur pemerintah.
“Perjalanan 25 tahun Kota Cimahi bukanlah waktu yang singkat. Ini menjadi momentum untuk terus bergerak maju, berkembang, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Dani Bastian, menegaskan bahwa festival tersebut memiliki misi yang lebih luas dibanding sekadar mencari juara.
Menurutnya, olahraga tradisional merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang harus terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menghidupkan kembali permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong.
“Festival ini menjadi salah satu upaya kami untuk menjaga dan melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya yang memiliki nilai edukatif dan sosial yang tinggi,” katanya.
Persaingan antar perangkat daerah berlangsung ketat. Pada cabang tarompah panjang kategori putri, Disbudparpora berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara BKPSDMD menjadi yang terbaik pada nomor balap karung putra.
Di cabang balap lari balok putra, Inspektorat sukses mengungguli para pesaingnya. Sedangkan Bapperida tampil impresif dan meraih posisi tertinggi pada nomor estafet air putri.
Meski berlangsung kompetitif, semangat kebersamaan dan kekeluargaan tetap menjadi warna utama sepanjang perlombaan. Para peserta saling mendukung dan memberikan semangat, menciptakan suasana penuh keakraban yang mencerminkan semangat HUT ke-25 Kota Cimahi.
Pemerintah Kota Cimahi berharap Festival Olahraga Tradisional ini dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
Selain menjadi sarana rekreasi dan peningkatan kebugaran aparatur, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat nilai gotong royong serta meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Dengan semangat “Cimahi 25 Tahun”, kebersamaan yang terbangun melalui olahraga tradisional diharapkan menjadi modal sosial yang kuat dalam mewujudkan Kota Cimahi yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing. (Bagdja)
















