Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HeadlineHukumKriminal

Kapolrestabes Bandung Bongkar Fakta! 19 Pelaku Kejahatan Jalanan Ditangkap, Isu Kota Bandung Mencekam Dipastikan Hoaks

1518
×

Kapolrestabes Bandung Bongkar Fakta! 19 Pelaku Kejahatan Jalanan Ditangkap, Isu Kota Bandung Mencekam Dipastikan Hoaks

Sebarkan artikel ini
Kapolrestabes Kombes Pol Dedi Supriadi saat menggelar Konferensi Pers terkait penangkapan 19 pelaku kejahatan jalanan ditangkap, isu Kota Bandung mencekam dipastikan hoaks

Jabar Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Polrestabes Bandung menegaskan komitmennya memberantas aksi kriminalitas jalanan sekaligus meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi keamanan di Kota Bandung.

Dalam konferensi pers, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi,  mengungkapkan jajarannya berhasil mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan dan menangkap 19 pelaku yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana.

Example 300x600

Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi intensif yang dilakukan aparat kepolisian dalam beberapa waktu terakhir.

Dari tangan para tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam serta 11 unit kendaraan bermotor yang diduga berkaitan dengan tindak kejahatan. 

Seluruh pelaku kini menjalani proses penyidikan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami telah mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan dengan total 19 orang pelaku yang berhasil diamankan. Sejumlah senjata tajam dan kendaraan bermotor juga berhasil kami sita sebagai barang bukti,” ujar Dedi.

19 Pelaku Kejahatan jalanan yang berhasil dibekuk Polrestabes Bandung dengan barang bukti Sajam dan kendaraan motor hasil curiannya

Selain memaparkan hasil pengungkapan kasus, Dedi juga menyoroti maraknya informasi yang viral di media sosial mengenai dugaan aksi begal maupun kejahatan jalanan yang disebut-sebut membuat Kota Bandung tidak aman. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar fakta.

Ia mencontohkan kasus yang sempat menghebohkan masyarakat, yakni seorang remaja yang mengaku menjadi korban begal. 

Setelah dilakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan aksi kriminal.

Hasil pemeriksaan menunjukkan remaja tersebut mengalami kecelakaan tunggal hingga sepeda motornya rusak. 

Karena takut dimarahi orang tuanya, ia kemudian mengaku menjadi korban pembegalan.

Pengakuan itu terlanjur menyebar luas di media sosial hingga memunculkan persepsi seolah-olah Kota Bandung sedang darurat kejahatan.

“Faktanya bukan begal. Itu kecelakaan tunggal. Karena takut kepada orang tua, motornya rusak, akhirnya mengaku dibegal.

Informasi itu kemudian viral dan menimbulkan keresahan masyarakat,” jelasnya.

Kasus serupa juga terjadi pada peristiwa penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Menurut Dedi, kasus tersebut merupakan tindak pidana penganiayaan dan bukan bagian dari kejahatan jalanan sebagaimana ramai diberitakan di media sosial.

Ia menegaskan pihak keluarga korban juga akan memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak salah memahami kronologi kejadian.

Dedi mengimbau masyarakat agar lebih bijak menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. 

Polrestabes Bandung, kata dia, terus melakukan patroli siber untuk memantau berbagai unggahan yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.

Menurutnya, berbagai narasi yang menyebut Kota Bandung sebagai wilayah yang mencekam akibat maraknya aksi kriminal merupakan informasi yang tidak sesuai fakta.

Dedi juga membantah beredarnya peta digital di media sosial yang membagi wilayah Kota Bandung menjadi zona merah, kuning, maupun hijau berdasarkan tingkat kerawanan kejahatan. 

Ia menegaskan peta tersebut bukan diterbitkan oleh institusi kepolisian.

“Informasi mengenai pembagian wilayah merah, kuning, dan hijau itu bukan berasal dari kepolisian. Seluruh wilayah Kota Bandung tetap berada dalam pemantauan dan pengamanan kami,” tegasnya.

Untuk menjamin keamanan masyarakat, Polrestabes Bandung terus mengintensifkan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). 

Setiap malam, sekitar dua pertiga dari total kekuatan personel diterjunkan ke lapangan secara bergantian.

“Dari sekitar 2.600 personel yang kami miliki, kurang lebih dua pertiganya kami turunkan setiap malam untuk patroli dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ungkapnya.

Kapolrestabes memastikan kehadiran polisi akan terus ditingkatkan di titik-titik strategis maupun kawasan yang ramai aktivitas masyarakat. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi tindak kriminal.

Di akhir konferensi pers, Dedi mengajak warga Kota Bandung maupun wisatawan yang hendak berkunjung agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Masyarakat tidak perlu resah ataupun khawatir. Polisi akan terus hadir di tengah masyarakat dan menjaga setiap jengkal wilayah Kota Bandung agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Bagdja-Red)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600