BeritaInformatikaRagam Daerah

KDM Serukan Revolusi Ekologi di HUT Purwakarta ke-195, Ajak Warga Wujudkan “Purwakarta Istimewa” Berbasis Alam dan Generasi Emas

116
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk menggaungkan gerakan pelestarian lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, saat menghadiri Hari Jadi Purwakarta ke 195

Purwakarta/ Secondnewsupdate.co.id – Peringatan Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan ke-58 Kabupaten Purwakarta menjadi momentum penting bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk menggaungkan gerakan pelestarian lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Purwakarta yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, KDM menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan menjaga keseimbangan alam serta ekosistem yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Senin (20/7/2026).

Menurutnya, Purwakarta memiliki potensi besar untuk menjadi daerah percontohan di Jawa Barat dengan mengusung konsep pembangunan yang berpijak pada filosofi lingkungan hidup. 

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta memiliki komitmen yang sama dalam menjaga sungai, sumber mata air, kawasan hijau, hingga kelestarian pepohonan.

“Jagalah semesta dengan baik, jagalah aliran air dan seluruh tumbuhan. Jagalah Purwakarta agar tumbuh menjadi kabupaten yang memiliki basis ideologi ekosistem, filosofi, dan teknokrasi. Semuanya harus memiliki visi yang kuat, yaitu Purwakarta Istimewa,” ujar Dedi.

KDM menilai, menjaga lingkungan bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk tanggung jawab moral seluruh masyarakat kepada generasi yang akan datang. 

Menurutnya, alam yang lestari akan menjadi warisan paling berharga sekaligus penopang pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Purwakarta serta memberikan apresiasi kepada para tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan pembangunan daerah. 

Di antaranya Lili Hambali Hasan, Dudung S. Suardi, serta para ulama yang selama ini menjadi penyejuk sekaligus pemberi nasihat bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia berharap semangat kebersamaan yang telah dibangun para pendahulu dapat terus dilanjutkan oleh seluruh warga Purwakarta dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Lebih jauh, KDM mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan melalui aksi nyata menjaga lingkungan. 

Menurutnya, merawat bumi merupakan bagian dari amal saleh yang memiliki nilai ibadah karena menjaga anugerah Tuhan yang menjadi sumber kehidupan manusia.

“Mari kita wujudkan amal saleh dalam hidup dengan menjaga titipan besar dari Tuhan kepada kita, yaitu tanah tempat kita tinggal dan air yang kita minum setiap waktu,” tuturnya.

Tak hanya berbicara soal lingkungan, Gubernur Jawa Barat juga menaruh perhatian besar terhadap pembangunan karakter generasi muda. 

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam harus berjalan beriringan dengan pembentukan sumber daya manusia yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki semangat membangun daerah.

Menurut KDM, anak-anak Purwakarta harus dipersiapkan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, nilai-nilai moral, dan tanggung jawab sosial.

“Kita persiapkan anak-anak kita menjadi pribadi yang saleh, memiliki pancaran cahaya kebaikan yang akan mengantarkan mereka menjadi generasi emas di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Peringatan Hari Jadi Purwakarta tahun ini pun menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, dan seluruh warga untuk mewujudkan cita-cita “Purwakarta Istimewa”, yakni daerah yang maju, berbudaya, berwawasan lingkungan, dan mampu melahirkan generasi emas sebagai pilar pembangunan Jawa Barat di masa depan. (Burhan)

Exit mobile version