Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiRagam Daerah

Kinerja industri perbankan di wilayah Priangan Timur menunjukkan tren positif pada Maret 2026.

108
×

Kinerja industri perbankan di wilayah Priangan Timur menunjukkan tren positif pada Maret 2026.

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati saat ditemui, Kamis (21/5/2026).(Foto:Krist)

Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset perbankan tumbuh 3,78 persen secara tahunan. 

Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6,91 persen, sedangkan penyaluran kredit naik 1,89 persen. Meski tumbuh, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan perbankan di Jawa Barat maupun nasional.

Example 300x600

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan kondisi ketahanan perbankan di Priangan Timur masih cukup kuat. 

Hal itu terlihat dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 24,48 persen.

“Dari sisi ketahanan, kita patut bersyukur. Rasio kecukupan modal atau CAR tercatat kuat di level 24,48 persen. Angka ini cukup untuk menopang penyaluran kredit dan menjaga stabilitas sistem keuangan di wilayah kita,” ujar Nofa, Kamis (21/5/2026).

Namun demikian, terdapat dua indikator yang masih menjadi perhatian. Pertama, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat mencapai 156,35 persen.

Tingginya angka tersebut menunjukkan penyaluran kredit di Priangan Timur masih bergantung pada sumber dana dari luar daerah, khususnya dari kantor pusat bank umum.

“Kondisi LDR tinggi memang sudah menjadi ciri di Jawa Barat. Karena itu kami mendorong masyarakat Priangan Timur untuk lebih banyak menabung, agar sumber dana lokal meningkat dan perbankan tidak terlalu bergantung pada dana eksternal,” katanya.

Selain itu, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada di level 4,73 persen, mendekati ambang batas aman lima persen. 

Tingginya NPL dipengaruhi kondisi ekonomi dan proses pemulihan pascapandemi Covid-19 yang berdampak pada menurunnya kualitas sejumlah debitur.

Untuk memperkuat industri perbankan, OJK juga terus mendorong konsolidasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Saat ini wilayah Priangan Timur memiliki 20 BPR setelah merger salah satu BPR menjadi PT BPR Musamba Singaparna.

Sebanyak 11 BPR lainnya masih dalam proses konsolidasi dan dua di antaranya telah memperoleh persetujuan. Jika seluruh proses rampung, jumlah BPR di Priangan Timur akan berkurang menjadi 13 bank.

“Konsolidasi ini bertujuan memperkuat permodalan, efisiensi operasional, daya saing, dan tata kelola,” ujar Nofa.

Sebagai gambaran kondisi ekonomi daerah, tingkat pengangguran terbuka di Priangan Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 5,56 persen. 

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibanding tingkat nasional sebesar 5,61 persen dan Jawa Barat sebesar 5,79 persen.
OJK berharap peningkatan dana pihak ketiga serta proses konsolidasi BPR dapat memperkuat kesehatan industri perbankan di Priangan Timur sehingga lebih optimal mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Krist)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600