Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiHukumInformatikaRagam Daerah

Stop Jadi Korban, OJK Tasikmalaya Ajak Media Lawan Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

103
×

Stop Jadi Korban, OJK Tasikmalaya Ajak Media Lawan Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Kepala OJK Kota Purwokerto Dinavia Tri Riandari, serta Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis, Suharna.hadir dalam Diskusi, Kamis(21/5/2026) (Foto:Krist)

Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya mengajak insan media Priangan Timur memperkuat literasi keuangan masyarakat. 

Langkah ini dinilai menjadi kunci memutus rantai kejahatan pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang kian meresahkan.

Example 300x600

Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi akrab di Tasikmalaya, Kamis (21/5/2026).

Hadir Kepala OJK Kota Purwokerto Dinavia Tri Riandari, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, serta Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis, Suharna.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menyatakan, wilayah Priangan Timur saat ini berada dalam kondisi darurat pinjol ilegal dan investasi bodong. 

Hal itu terlihat dari tingginya aduan masyarakat yang menjadi korban penipuan berkedok layanan keuangan.

“Banyak laporan masuk dengan modus beragam. Ada pinjol ilegal dengan bunga mencekik, ada investasi bodong yang menjanjikan untung besar dalam waktu singkat,” ujar Nofa.

Menurutnya, akar persoalan terletak pada rendahnya literasi keuangan masyarakat. 

Banyak warga masih mudah tergiur iming-iming keuntungan tidak wajar dibanding memilih lembaga keuangan resmi yang diawasi OJK.

“Literasi kita masih rendah. Banyak yang percaya tawaran investasi tanpa mengecek legalitasnya. Padahal kalau dicek di OJK, izinnya tidak ada,” tegasnya.

OJK Tasikmalaya pun menggencarkan edukasi dengan menggandeng Kodim, media, dan komunitas untuk turun langsung ke masyarakat. 

Tujuannya memberikan pemahaman mengenai cara menyimpan uang secara aman dan bijak di lembaga resmi.

Langkah terbaru yang dilakukan adalah melibatkan Mojang Jajaka sebagai Duta Sadar Literasi Keuangan. Para duta muda tersebut diharapkan menjadi penggerak di lingkungan pertemanan mereka agar semakin melek finansial.

“Anak muda dekat dengan media sosial. Lewat Mojang Jajaka, pesan literasi keuangan bisa sampai ke generasi mereka. Mulai dari cara menabung, mengenali pinjol ilegal, sampai waspada investasi bodong,” jelas Nofa.

Sementara itu, Kepala OJK Kota Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengapresiasi kolaborasi bersama media. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.

“Kalau masyarakat paham, ruang gerak pelaku kejahatan keuangan akan semakin sempit,” katanya.
OJK juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali ciri-ciri pinjol ilegal dan investasi bodong, seperti tidak terdaftar di OJK, menawarkan bunga tidak wajar, proses pencairan terlalu mudah, meminta akses data ponsel, hingga menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko. (Krist)

Penulis: Kristianto Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600