KBB, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Bandung Barat mulai membidik generasi muda sebagai bagian dari upaya melestarikan sekaligus mengembangkan seni musik Islami.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah memadukan seni qasidah dan hadroh dengan sentuhan musik modern agar lebih menarik dan relevan bagi kalangan anak muda.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LASQI Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2031 yang digelar di Gedung B Pemda Kabupaten Bandung Barat, Jumat (7/11/2026).
Mengusung tema “Melalui Rakerda Kita Wujudkan LASQI yang Solid, Profesional dan Berorientasi pada Pengembangan Seni Qasidah Kabupaten Bandung Barat”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja lima tahun ke depan.
Rakerda tersebut dihadiri Ketua DPD LASQI Kabupaten Bandung Barat yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj. Sri Dewi Anggraini, Ketua Harian Vivi Sofia Aryani, jajaran pengurus DPD LASQI, perwakilan pengurus tingkat kecamatan, serta sejumlah tokoh seni dan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Sri menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi.
Lebih dari itu, forum ini memiliki peran strategis untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas kepengurusan, serta menyusun program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, LASQI memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga keberlangsungan seni qasidah sebagai media syiar Islam sekaligus bagian dari kekayaan budaya Islami yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“LASQI memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi seni qasidah. Ini bukan hanya sebagai media syiar Islam, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan budaya Islami yang wajib terus kita lestarikan,” ujar Sri.
Sementara itu, Ketua Harian LASQI Kabupaten Bandung Barat, Vivi Sofia Aryani, mengungkapkan bahwa pihaknya akan membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah guna memperkuat dukungan terhadap pengembangan organisasi dan seni Islami.
Sebagai langkah awal, Vivi berencana menyampaikan hasil Rakerda beserta rancangan program kerja kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Ia optimistis, potensi keagamaan di Bandung Barat, khususnya keberadaan banyak pondok pesantren, dapat menjadi kekuatan besar dalam mengembangkan seni qasidah, hadroh, dan berbagai kesenian Islami lainnya.
Namun, menurut Vivi, pelestarian seni tradisional juga harus dibarengi dengan inovasi agar tidak kehilangan daya tarik di tengah perubahan selera masyarakat, terutama generasi muda.
“Jangan sampai genre seni ini tidak dikenal. Ke depannya, hadroh dan qasidah akan saya coba kembangkan dengan dikolaborasikan bersama kesenian modern,” ungkap Vivi.
Ia menilai, pendekatan kreatif dan kekinian menjadi salah satu kunci untuk memperluas jangkauan seni Islami. Dengan demikian, qasidah dan hadroh tidak hanya dikenal di lingkungan tertentu, tetapi juga mampu menarik minat anak muda untuk ikut mempelajari, mengembangkan, dan melestarikannya.
Vivi juga menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, komunitas seni, lingkungan pesantren hingga masyarakat luas. Dukungan tersebut diperlukan agar LASQI tidak sekadar mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga mampu menjadi wadah pengembangan beragam ekspresi seni yang bernafaskan Islam.
“Kita akan menyesuaikan pendekatan ini dengan generasi muda. Bagaimana cara merangkul anak muda? Maka, seni qasidah akan kita sesuaikan dengan genre yang kekinian agar tetap relevan dan terus tumbuh berkembang,” pungkasnya.
Melalui Rakerda ini, LASQI Bandung Barat diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjadikan seni qasidah dan hadroh semakin dikenal, diminati, serta menjadi bagian dari kreativitas generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. (Hendra)
















