BeritaEkonomiRagam Daerah

Lomba Cipta Menu B2SA Tangerang 2026, 29 Kecamatan Adu Kreativitas Olah Pangan Lokal

510
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), kegiatan tersebut berlangsung meriah di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).

Banten, Kabupaten Tangerang l secondnewsupdate.co.id Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pola konsumsi sehat terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Salah satunya melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Berbasis Pangan Lokal Tahun 2026.

Digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), kegiatan tersebut berlangsung meriah di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).

Sebanyak 29 perwakilan TP-PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang ambil bagian dalam ajang yang tidak sekadar mempertandingkan kreativitas memasak, tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya konsumsi pangan sehat dengan memanfaatkan potensi bahan pangan lokal.

Mewakili Bupati Tangerang, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Yudiana, memberikan apresiasi kepada DPKP dan TP-PKK Kabupaten Tangerang yang dinilai konsisten menggerakkan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Menurutnya, pemenuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik.

“Pemenuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas,” ujar Yudiana.

Ia menilai Kabupaten Tangerang memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam. Potensi tersebut, kata dia, perlu terus dikembangkan melalui kreativitas masyarakat sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Karena itu, Yudiana berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan konsumsi sehat di tingkat keluarga dan bahkan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun pola konsumsi pangan yang sehat serta ketahanan pangan keluarga,” katanya.

Dua Kategori, Dari Menu Anak Sekolah hingga Produk Komersial

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa Lomba Cipta Menu B2SA merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk mendorong diversifikasi konsumsi pangan masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya pangan lokal.

Menurut Ujang, kegiatan tersebut juga menjadi sarana meningkatkan kemampuan kader TP-PKK dalam mengembangkan menu makanan bergizi yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga.

“Kegiatan ini mendorong pemanfaatan dan pengolahan pangan lokal secara kreatif, sekaligus meningkatkan kapasitas ibu-ibu TP-PKK kecamatan dalam mengembangkan makanan pangan yang bergizi untuk konsumsi keluarga, khususnya anak-anak, serta memiliki nilai ekonomi dan komersial,” jelasnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta ditantang menciptakan menu dalam dua kategori utama. Pertama, kategori menu sarapan dalam kotak atau breakfast box untuk anak sekolah usia 7–9 tahun. Kedua, kategori produk olahan pangan lokal komersial.

Kategori tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memikirkan kandungan gizi dan keamanan pangan, tetapi juga memperhatikan kreativitas penyajian serta potensi produk untuk dikembangkan menjadi usaha.

“Lomba tahun ini dibagi dalam dua kategori utama, yaitu menu sarapan dalam box untuk anak sekolah usia 7–9 tahun dan kategori produk olahan pangan lokal komersial, sebagai upaya pengembangan usaha kecil berbasis pangan lokal yang berdaya saing,” tutur Ujang.

Sayuran, Umbi, Buah hingga Ikan Diolah Jadi Menu Bernilai

Dalam perlombaan tersebut, para peserta memanfaatkan beragam komoditas pangan lokal, mulai dari sayuran, umbi-umbian, buah-buahan hingga ikan.

Kreativitas peserta kemudian dinilai oleh tiga juri yang memiliki latar belakang berbeda, yakni dari unsur akademisi, ahli gizi, dan chef. 

Perpaduan penilaian tersebut membuat peserta dituntut menghadirkan makanan yang tidak hanya menarik secara tampilan dan rasa, tetapi juga memenuhi aspek gizi serta keamanan pangan.

Ujang berharap pemanfaatan bahan pangan lokal melalui kegiatan tersebut dapat semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurutnya, semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya menu beragam dan bergizi, semakin besar pula peluang terciptanya generasi yang sehat dan produktif.

“Melalui lomba cipta menu berbasis pangan lokal ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya makanan yang bergizi, khususnya bagi keluarga dan anak,” ujarnya.

Bukan Sekadar Lomba, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

DPKP Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa Lomba Cipta Menu B2SA tidak diarahkan sekadar menjadi ajang mencari pemenang. 

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan menjadi media edukasi, advokasi, sekaligus penguatan jejaring TP-PKK di tingkat kecamatan.

Potensi pangan lokal yang selama ini ada di tengah masyarakat diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. 

Dengan begitu, kegiatan diversifikasi pangan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi keluarga dan pengembangan usaha kecil.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ajang edukasi, advokasi, sekaligus penguatan jejaring antar-TP-PKK kecamatan untuk bersama-sama menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” pungkas Ujang.

Dengan melibatkan 29 kecamatan, Lomba Cipta Menu B2SA Kabupaten Tangerang 2026 menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran bahwa pangan lokal bukan sekadar alternatif bahan makanan, melainkan memiliki potensi besar sebagai sumber gizi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. (Dia)

Exit mobile version