HukumKriminalPendidikan

Ngatiyana Gebrak Sekolah! Perangi Narkoba Tak Boleh Sekadar Seremonial

512

Saka Anti Narkoba Cimahi Resmi Dikukuhkan

Wali Kota Cimahi Ngatiyana melontarkan penegasan keras, terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan harus ditegakkan dan tidak main-main.

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Wali Kota Cimahi Ngatiyana melontarkan penegasan keras, terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan harus ditegakkan dan tidak main-main.

Ia meminta seluruh jajaran pendidikan tidak terjebak pada rutinitas administratif maupun kegiatan seremonial, melainkan mampu menghadirkan langkah konkret yang benar-benar berdampak dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

Penegasan tersebut disampaikan Ngatiyana saat menghadiri kegiatan evaluasi pelaksanaan fasilitasi advokasi bidang pencegahan kepada satuan pendidikan sekaligus pengukuhan kepengurusan Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba BNN Kota Cimahi, di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Cimahi tersebut menjadi penegas bahwa Pemerintah Kota Cimahi menempatkan agenda Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sebagai salah satu prioritas penting dalam menjaga masa depan generasi penerus bangsa.

Di hadapan unsur pendidikan dan para pemangku kepentingan, Ngatiyana mengingatkan bahwa ancaman narkoba bukan persoalan sepele. 

Peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan anak-anak, merusak karakter generasi muda, sekaligus melemahkan ketahanan sosial masyarakat.

Karena itu, menurutnya, sekolah harus menjadi salah satu benteng terdepan dalam membangun kesadaran dan ketahanan peserta didik terhadap bahaya narkoba.

“Saya tegaskan, jangan sampai program pencegahan narkoba hanya berhenti pada memasukkan administrasi. Yang paling penting adalah dampak nyatanya, yaitu meningkatkan pemahaman, terbentuknya sikap, dan menguatnya keberanian peserta didik untuk menolak narkoba,” ujar Ngatiyana.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bagi seluruh satuan pendidikan agar tidak sekadar menggugurkan kewajiban melalui dokumen program, laporan kegiatan, ataupun pemenuhan persyaratan administratif. 

Lebih dari itu, pendidikan antinarkoba harus mampu membentuk karakter, pola pikir, serta keberanian generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif lingkungan pergaulan.

IKAN Harus Menjadi Budaya Sekolah, Bukan Sekadar Program

Ngatiyana juga secara khusus mendorong Dinas Pendidikan Kota Cimahi bersama kepala sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh unsur terkait untuk memastikan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.

Ia menilai, sekolah mempunyai posisi strategis bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, moralitas, dan kemampuan peserta didik dalam menentukan pilihan hidup yang benar.

Melalui penerapan kurikulum antinarkoba, para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai bahaya narkotika, mampu mengenali risiko penyalahgunaan, serta mempunyai keteguhan untuk menolak segala bentuk ajakan maupun pengaruh yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Dengan demikian, edukasi antinarkoba tidak boleh hanya muncul ketika ada kegiatan sosialisasi tertentu. 

Pesan pencegahan harus menjadi bagian dari kehidupan sekolah dan ditanamkan secara terus-menerus melalui proses pendidikan, pembinaan, serta keteladanan.

Saka Anti Narkoba Didorong Jadi Motor Perlawanan Generasi Muda

Selain evaluasi program pencegahan di lingkungan pendidikan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan kepengurusan Saka Anti Narkoba BNN Kota Cimahi.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperluas gerakan antinarkoba dengan melibatkan generasi muda secara langsung. 

Saka Anti Narkoba bukan sekadar wadah organisasi kepemudaan, tetapi diharapkan mampu menjadi motor penggerak edukasi, kampanye pencegahan, serta pembentukan lingkungan pergaulan yang sehat dan produktif.

Keterlibatan kaum muda dinilai sangat penting karena upaya memerangi narkoba tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Dibutuhkan kesadaran kolektif, termasuk keberanian para pelajar dan generasi muda untuk menjadi pelopor lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan yang diinisiasi BNN Kota Cimahi tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, guru, serta pembina kegiatan kesiswaan.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang mengusung semangat War on Drugs for Humanity, Pemerintah Kota Cimahi bersama BNN dan seluruh elemen masyarakat berupaya memperkuat gerakan P4GN secara lebih terarah dan berkesinambungan.

Pesan yang ingin ditegaskan sangat jelas: perang melawan narkoba tidak cukup hanya melalui slogan, spanduk, maupun kegiatan seremonial. Dibutuhkan tindakan nyata, pendidikan yang konsisten, pengawasan bersama, serta keterlibatan aktif generasi muda.

Kini, tantangan sesungguhnya adalah memastikan sekolah benar-benar menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak, sekaligus melahirkan generasi Cimahi yang cerdas, berkarakter, berani menolak narkoba, dan siap menyongsong masa depan tanpa narkotika. (Bagdja)

Penulis: Bagdja SukmanaEditor: Bama
Exit mobile version