Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaEntertainmentGaya hidupRagam Daerah

Paskibraka Cimahi 2026 Dikukuhkan, Ngatiyana Titip Amanah Merah Putih dan Masa Depan Generasi Muda

2517
×

Paskibraka Cimahi 2026 Dikukuhkan, Ngatiyana Titip Amanah Merah Putih dan Masa Depan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Walikota Cimahi Ngatiyana telah mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Cimahi di Technopark

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — Suasana penuh khidmat menyelimuti Cimahi Techno Park, Sabtu (15/8/2026). 

Di tempat itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Cimahi Tahun 2026 yang akan mengemban tugas penting dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cimahi.

Example 300x600

Pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni menjelang 17 Agustus. 

Di balik seragam dan barisan yang tegap, terselip amanah besar: menjaga kehormatan Sang Merah Putih sekaligus membawa nama Kota Cimahi dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan.

Para anggota Paskibraka yang terpilih merupakan putra-putri terbaik Kota Cimahi. 

Mereka tidak hanya ditempa melalui kemampuan baris-berbaris, tetapi juga melalui proses pembinaan yang menuntut kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, serta kesiapan mental.

Ngatiyana menegaskan, menjadi anggota Paskibraka bukan semata-mata tentang mendapatkan kebanggaan mengenakan seragam. 

Lebih jauh, status tersebut merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang kebanggaan, menjadi Paskibraka adalah tentang kepercayaan dan amanah,” kata Ngatiyana.

Menurutnya, tugas Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar menjalankan rangkaian upacara kenegaraan.

Ketika Sang Merah Putih dikibarkan, para anggota Paskibraka berada di garis depan untuk menjalankan sebuah simbol penting perjalanan bangsa.

Karena itu, setiap langkah, gerakan, dan sikap mereka menjadi bagian dari penghormatan terhadap bendera negara sekaligus representasi Kota Cimahi.

Ngatiyana pun meminta para anggota Paskibraka tidak menjadikan kedisiplinan sebagai sesuatu yang hanya berlaku ketika mengenakan seragam.

Ia ingin karakter yang terbentuk selama masa pembinaan terus melekat dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di sekolah, lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat.

“Disiplin jangan hanya terlihat ketika kalian menggunakan seragam Paskibraka. Disiplin harus terlihat ketika kalian berada di sekolah, ketika kalian berada di rumah, ketika kalian berada di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Ngatiyana kepada generasi muda Cimahi.

Menurutnya, kedisiplinan bukan sekadar soal datang tepat waktu atau mengikuti aturan, tetapi juga menyangkut kemampuan seseorang untuk konsisten menjalankan tanggung jawab dan berani mengambil keputusan yang benar.

Bukan Sekadar Barisan, Paskibraka Ditempa Jadi Generasi Berkarakter

Di balik kekompakan barisan Paskibraka, terdapat proses panjang pembentukan karakter. Para anggota tidak hanya dipersiapkan agar mampu menjalankan tugas pada saat upacara HUT ke-81 RI, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang memiliki integritas.

Ngatiyana menilai pembangunan Kota Cimahi tidak boleh hanya dimaknai melalui pembangunan fisik berupa jalan, gedung, fasilitas publik maupun infrastruktur.

Menurutnya, kualitas manusia merupakan fondasi yang tidak kalah penting dalam menentukan arah masa depan daerah.

“Pembangunan manusia juga menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian,” tegasnya.

Ia berharap generasi muda Kota Cimahi tumbuh sebagai pribadi yang sehat, berpendidikan, berkarakter, produktif dan memiliki daya saing. 

Namun, seluruh kualitas tersebut harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial serta kecintaan terhadap daerah dan bangsa.

“Kita ingin Kota Cimahi memiliki generasi muda yang sehat, berpendidikan, berkarakter, produktif, memiliki daya saing, tetapi tetap memiliki kepedulian sosial dan cinta kepada daerah serta bangsanya,” katanya.

Bagi Ngatiyana, Paskibraka merupakan salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. 

Sebab, proses pembinaan yang dijalani para anggota mengajarkan arti disiplin, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab hingga loyalitas terhadap tugas.

Nilai-nilai itulah yang diharapkan tidak berhenti di lapangan upacara, tetapi dibawa ke sekolah, keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Apresiasi untuk Orang Tua hingga TNI-Polri

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berada di balik keberhasilan para anggota Paskibraka.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada orang tua, guru, pembina, pelatih, panitia, serta unsur TNI dan Polri yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan selama proses persiapan.

Menurutnya, keberhasilan seorang anggota Paskibraka tidak lahir secara instan. Ada dukungan keluarga, doa orang tua, bimbingan guru serta kerja keras para pembina dan pelatih yang turut membentuk karakter mereka.

Peran orang tua bahkan dinilai sangat penting karena menjadi lingkungan pertama tempat anak mendapatkan dukungan moral dan pendidikan karakter.

“Anak-anak Bapak/Ibu hari ini bukan hanya kebanggaan keluarga. Mereka juga menjadi bagian dari kebanggaan Kota Cimahi,” tandas Ngatiyana.

Kalimat tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pengukuhan Paskibraka Kota Cimahi 2026 bukanlah garis akhir dari sebuah proses.

Sebaliknya, pengukuhan menjadi pintu menuju tanggung jawab yang lebih besar. Di hadapan Sang Merah Putih nanti, para putra-putri pilihan Kota Cimahi akan berdiri membawa amanah keluarga, sekolah, masyarakat dan daerah.

Mereka bukan sekadar barisan yang akan mengiringi pengibaran bendera.

Mereka adalah wajah generasi muda Cimahi—generasi yang diharapkan mampu menjaga semangat kemerdekaan, merawat persatuan, serta meneruskan cita-cita bangsa melalui karakter, prestasi dan pengabdian. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600