Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sejak usia dini.
Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Pemkab menggelar sosialisasi pangan asal hewan yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) kepada ratusan siswa sekolah dasar di GOR RW 12, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi (MBG) sekaligus membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya memilih pangan hewani yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan bergizi.
Sebanyak empat sekolah dasar dilibatkan dalam kegiatan tersebut, yakni SD Negeri 1, SD Negeri 2, SD Negeri 3, dan SD Negeri 4 Cikasungka.
Desa Cikasungka sendiri merupakan salah satu dari 10 desa yang menjadi lokus prioritas penanganan kawasan khusus Kabupaten Tangerang tahun 2026.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid hadir langsung dan ikut makan bersama para siswa, guru, serta kepala sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pelengkap dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini kita makan bersama dengan siswa SD Cikasungka 1 sampai 4. Ini menjadi pelengkap program MBG yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto. Bersama Dinas Pertanian, Kementerian Pertanian, dan Provinsi Banten, kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi,” ujar Maesyal.
Ia menegaskan, manfaat kegiatan tersebut tidak hanya sebatas memberikan makanan bergizi, tetapi juga mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, dan para siswa.
Momentum itu juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, semangat belajar, serta menghormati orang tua dan guru.
“Kami berharap anak-anak terus semangat belajar, disiplin, taat kepada orang tua dan guru sehingga proses belajar berjalan dengan baik dan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan mengenalkan standar pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal sejak usia sekolah dasar.
Menurutnya, setiap sekolah hanya mengirimkan sekitar 60 siswa sehingga para peserta diharapkan dapat menjadi agen edukasi bagi teman-temannya di sekolah.
“Harapannya setelah pulang dari sini mereka bisa berbagi pengetahuan kepada teman-temannya tentang pangan ASUH. Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun dengan lokasi yang bergantian di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang,” jelas Joko.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Banten. Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Provinsi Banten, Ari Mardiana, mengapresiasi komitmen Kabupaten Tangerang dalam menjaga keamanan pangan asal hewan.
Ia menilai konsep ASUH bukan sekadar slogan, melainkan harus diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama karena sebagian besar menu Program Makan Bergizi berasal dari produk hewani.
“Hampir lebih dari 75 persen menu MBG menggunakan produk hewan, seperti telur dan daging ayam. Karena itu keamanan dan kualitasnya harus benar-benar terjamin. Program seperti ini sangat kami dukung,” katanya.
Ari berharap edukasi sejak dini mampu membentuk kebiasaan positif pada anak-anak sehingga mereka lebih cermat memilih makanan yang sehat dan aman dikonsumsi.
“Anak-anak diharapkan menjadi detektif cilik yang mampu mengenali apakah produk hewan yang dikonsumsi berkualitas atau tidak. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya. (Dia)
















