HukumKriminal

Penemuan Mayat Wanita di Saung Cibatu Hebohkan Warga, Bangunan Diminta Segera Dibongkar

370
Disaung inilah ditemukan mayat yang sudah bau membusuk

SNU//Garut — Warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat wanita di sebuah saung (gubuk) yang berada di kawasan Salagedang, Desa Cibatu, Senin (10/11/2025).

Saung tersebut diketahui milik seorang warga asal Cibiuk, dan berlokasi di area kebun yang jauh dari permukiman warga, tepat di pinggir Jalan Provinsi Leles–Cibatu. Lokasinya yang sepi membuat warga merasa waswas, terutama saat melintas pada malam hari.

Ditemukan Membusuk di Dalam Saung

Salah satu warga, Tatang, yang pertama kali mencium bau menyengat di sekitar lokasi, mengaku kaget saat menemukan jasad dalam kondisi sudah membusuk dan tergantung di dalam saung.

“Saya hampir setiap hari melintas di area itu karena sedang menanam jagung. Baru beberapa hari terakhir tercium bau tidak sedap, dan setelah dicek ternyata ada jasad di dalam saung,” ujar Tatang.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada Ketua RW Salagedang, Yana, yang kemudian meneruskan informasi ke Pemerintah Desa Cibatu dan Polsek Cibatu. 

Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke lokasi dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan forensik.

Pasca penemuan jenazah, suasana di sekitar lokasi menjadi ramai. Ratusan warga berdatangan untuk melihat langsung tempat kejadian perkara (TKP). Banyak warga mendesak agar bangunan saung segera dibongkar karena dianggap menimbulkan rasa takut dan khawatir.

“Kami berharap saung itu segera dibongkar saja, supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Jaja, warga setempat, yang diamini oleh rekannya Yudi.

Tanah tempat berdirinya saung diketahui sebelumnya milik Ato, warga Salagedang, dan kini telah berpindah kepemilikan kepada warga asal Cibiuk yang berencana membangun pabrik tahu di lokasi tersebut.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait identitas korban dan penyebab kematian. Sementara itu, para pengendara dan warga sekitar mengaku sering merinding saat melintas di malam hari di kawasan tersebut.

“Sejak kejadian itu, banyak warga yang masih datang untuk melihat lokasi. Tapi jujur, kalau lewat malam-malam, rasanya merinding,” kata seorang tukang ojek yang biasa melintas di jalur itu.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang.

(Agung)

Exit mobile version