Garut//secondnewsupdate.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman semakin meningkat. Berbagai moda transportasi dipilih pemudik, mulai dari kendaraan umum hingga kendaraan pribadi. Salah satu pemudik asal Jakarta, Denis (28), memilih menggunakan sepeda motor untuk menempuh perjalanan menuju Garut.
Bagi Denis, perjalanan ini menjadi pengalaman pertamanya mudik menggunakan kendaraan roda dua. Meski penuh semangat, ia mengaku sempat diliputi rasa khawatir sebelum berangkat.
Ditemui di salah satu titik peristirahatan di wilayah Garut, Denis menceritakan pengalamannya selama perjalanan. Ia sengaja memilih sepeda motor karena ingin merasakan sensasi berbeda dibandingkan mudik menggunakan kendaraan umum. Rabu (18/3/2026).
“Baru pertama kali coba mudik naik motor. Rasanya campur aduk, ada takutnya tapi senang juga. Apalagi kondisi jalan ternyata sudah bagus dan di luar perkiraan saya,” ujar Denis.
Denis memulai perjalanan dari Jakarta sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, perjalanannya tidak sepenuhnya berjalan lancar. Ia sempat terjebak kemacetan di beberapa titik jalur mudik.
Kepadatan kendaraan paling terasa saat melintasi wilayah Cimahi sebelum memasuki Bandung. Selain itu, antrean kendaraan juga mulai terlihat ketika mendekati kawasan Garut yang menjadi salah satu tujuan favorit pemudik di Jawa Barat.
“Hambatan paling terasa ya macet, mungkin karena hari ini puncak arus mudik. Tadi macet di Cimahi, dan masuk Garut juga sudah mulai padat,” tambahnya.
Meski perjalanan jauh cukup menguras tenaga, Denis mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Ia hanya memastikan kondisi tubuh tetap prima agar dapat berkendara dengan aman.
“Persiapan khusus tidak ada, yang penting jaga kesehatan supaya tetap fit selama di jalan,” pungkasnya.
Sementara itu, kondisi arus lalu lintas menuju Garut dilaporkan terus mengalami peningkatan volume kendaraan seiring memasuki puncak arus mudik Lebaran. Para pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan posko kesehatan dan tempat istirahat yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik. (Agung)
