Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Bandung resmi mencanangkan Bulan Dana Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung Tahun 2026 dalam apel pagi yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (18/5/2026).
Pencanangan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pelayanan sosial, solidaritas, dan gotong royong di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat Kota Bandung.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, mengatakan Bulan Dana PMI bukan hanya agenda penggalangan dana, tetapi bagian dari gerakan kemanusiaan bersama.
“Pada pagi hari ini kita melaksanakan pencanangan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kota Bandung Tahun 2026. Momentum ini sangat relevan dengan semangat pelayanan sosial yang harus terus kita bangun di Kota Bandung,” ujar Asep saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Menurutnya, PMI memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Kehadiran PMI sangat dibutuhkan, mulai dari penanganan bencana, pelayanan donor darah, pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR), hingga berbagai kegiatan sosial dan kesehatan.
“PMI adalah organisasi kemanusiaan yang memiliki peran sangat penting dalam membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun,” katanya.
Asep menegaskan, ASN harus menjadi teladan dalam mendukung gerakan kemanusiaan tersebut.
“Bulan Dana PMI bukan hanya kegiatan pengumpulan dana semata, tetapi gerakan membangun solidaritas dan gotong royong masyarakat. Saya mengajak seluruh ASN Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung gerakan kemanusiaan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, ASN tidak hanya dituntut profesional dalam birokrasi, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.
“Kota Bandung membutuhkan aparatur yang tidak hanya cerdas bekerja, tetapi juga memiliki hati untuk melayani,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Andri Darusman, selaku Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2026 melaporkan, kegiatan penggalangan dana berlangsung selama tiga bulan, mulai 4 Mei hingga 4 Juli 2026, dan dapat diperpanjang apabila target belum tercapai.
Panitia menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp12 miliar pada tahun ini.
Menurut Andri, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, mulai dari ASN, pelaku usaha, BUMN/BUMD, institusi pendidikan, layanan kesehatan, hingga masyarakat umum melalui RT dan RW.
“Target sebesar Rp12 miliar ini tentu bukan hal mudah untuk dicapai. Karena itu kami berharap seluruh jajaran panitia dapat bekerja keras bersama-sama agar target terpenuhi,” ujarnya.
Untuk mendukung penggalangan dana, panitia telah menyiapkan sejumlah instrumen donasi berupa kupon sumbangan senilai Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000, serta kartu donasi khusus bagi pengusaha dan donatur.
Selain pencanangan Bulan Dana Kemanusiaan PMI, apel pagi tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan pelajar Kota Bandung yang akan mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Barat dan nasional tahun 2026.
Pemerintah Kota Bandung berharap Bulan Dana PMI 2026 dapat menjadi penggerak solidaritas sosial masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong di Kota Kembang. (Burhan)
