Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Insiden pohon tumbang terjadi di Jalan Encep Kartawiria, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, sekitar pukul 11.00 WIB. Senin (4/5/2026).
Pohon berukuran besar yang berada tepat di depan SDN Citeureup Mandiri 3 tiba-tiba roboh dan menimpa sejumlah warga serta siswa yang tengah berada di sekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 11 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban merupakan siswa sekolah dasar yang saat itu sedang beraktivitas di sekitar area sekolah.
Pemerintah Kota Cimahi langsung bergerak cepat menangani insiden tersebut. Prioritas utama dilakukan dengan mengevakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan terdekat serta membersihkan batang pohon yang sempat menutup akses jalan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, mengatakan mayoritas korban mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.
“Sebagian besar korban sudah dipulangkan karena hanya mengalami luka ringan. Namun masih ada satu anak yang menjalani observasi lanjutan sambil menunggu hasil pemeriksaan rontgen,” ujarnya.
Dari data sementara, 9 korban merupakan siswa sekolah dasar. Delapan di antaranya telah kembali ke rumah masing-masing usai mendapat penanganan medis.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, serta unsur terkait lainnya diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat.
Proses evakuasi berlangsung beberapa jam lantaran ukuran pohon yang cukup besar, dengan tinggi diperkirakan mencapai 15 meter dan diameter sekitar 50 sentimeter.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pohon jenis trembesi tersebut diketahui mengalami pelapukan di bagian tengah batang. Kondisi itu diduga menjadi faktor utama penyebab pohon ambruk.
“Hasil assessment menunjukkan bagian akar masih cukup kuat, tetapi di bagian tengah batang ditemukan pembusukan. Informasinya pohon ini juga beberapa kali tersenggol kendaraan besar seperti truk box,” kata Agus.
Ia menambahkan, pihaknya rutin melakukan inspeksi terhadap pohon-pohon yang berada di area milik pemerintah.
Jika ditemukan potensi membahayakan, tindakan pemangkasan maupun penebangan akan segera dilakukan.
“Pemeliharaan pohon kami lakukan rutin setiap hari. Jika ada yang dinilai rawan tumbang atau membahayakan pengguna jalan, langsung kami tindak,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap pohon-pohon tua di kawasan padat aktivitas, terutama di sekitar sekolah dan jalur lalu lintas ramai. (Bagdja)
















