BeritaHukumRagam Daerah

Proyek Perumahan Banjar Sebabkan Jalan Berlumpur, Warga Khawatir Kecelakaan

336
Warga sedang membersihkan jalna di penuhi Debu proyek perumahan, Kamis(19/2/2026). (Foto:Krist)

Banjar//secondnewsupdate.co.id -;Aktivitas pembangunan perumahan di kawasan Tanjungsukur, Kota Banjar, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. 

Proyek tersebut dinilai belum disertai langkah pengendalian dampak yang memadai, sehingga memicu risiko keselamatan dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar.

Akses jalan utama yang dilalui kendaraan proyek kini kerap dipenuhi lumpur, terutama saat hujan turun. Material tanah dari area pembangunan terbawa keluar oleh truk-truk bertonase besar dan menyebar di permukaan jalan, membuat kondisi aspal menjadi licin dan berbahaya, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Situasi ini semakin mengkhawatirkan pada jam-jam sibuk. Pengendara harus mengurangi kecepatan dan bermanuver untuk menghindari genangan lumpur yang menutup sebagian badan jalan. 

Warga menilai kondisi tersebut bukan sekadar kendala teknis, tetapi menunjukkan kurang optimalnya pengelolaan dampak proyek.

Supriatana, salah seorang pengguna jalan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak yang ditimbulkan.

Menurutnya, lumpur dan debu yang berasal dari aktivitas proyek tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Debu dan lumpur ini bukan hanya mengganggu, tapi bisa berdampak pada kesehatan warga. Anak-anak dan pengendara setiap hari terpapar,” ujarnya, Kamis (19/2/2026) sore.

Selain meningkatkan risiko kecelakaan, dampak lingkungan juga terasa saat cuaca panas. Lumpur yang mengering berubah menjadi debu halus dan beterbangan, mencemari udara di sekitar kawasan tersebut.

Sejumlah warga menilai pengembang belum maksimal dalam menjaga kebersihan lingkungan proyek serta memastikan standar keselamatan bagi masyarakat. 

Mereka juga mempertanyakan peran pengawasan dari instansi terkait terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Warga menilai proyek berskala besar seharusnya dilengkapi sistem pengendalian dampak, seperti fasilitas pencucian roda kendaraan sebelum keluar dari area proyek. 

Meski upaya pembersihan disebut telah dilakukan, material tanah masih sering terbawa keluar dan tercecer di jalan umum.

“Kalau dibiarkan terus, ini bisa memicu kecelakaan serius. Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi dan penertiban. 

Mereka menegaskan pembangunan tidak boleh mengorbankan keselamatan publik maupun kenyamanan lingkungan sekitar.

Hingga saat ini, aktivitas pengurugan di lokasi proyek masih berlangsung tanpa perubahan signifikan. Warga berharap ada langkah konkret dari pihak pengembang maupun pemerintah agar pembangunan di kawasan Tanjungsukur tidak menimbulkan persoalan baru. (Krist)

Exit mobile version