Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKriminalRagam Daerah

Ratusan Warga Cibiuk Garut Diduga Jadi Korban Penipuan Rekrutmen Kerja MBG, Setor Uang hingga Belasan Juta

103
×

Ratusan Warga Cibiuk Garut Diduga Jadi Korban Penipuan Rekrutmen Kerja MBG, Setor Uang hingga Belasan Juta

Sebarkan artikel ini
Puluhan hingga ratusan warga korban penipuan akan dipekerjakan di MBG, mendatangi sebuah rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Cibiuk pada Sabtu (9/5/2026).

Korban dijanjikan bekerja di program Makan Bergizi Gratis dan katering, namun hingga kini tak kunjung mendapat kepastian.

Cibiuk Garut/ secondnewsupdate.co.id – Ratusan warga Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, diduga menjadi korban penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan usaha katering ilegal.

Example 300x600

Kasus ini mencuat setelah puluhan hingga ratusan warga mendatangi sebuah rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Cibiuk pada Sabtu (9/5/2026).

Lokasi tersebut diduga menjadi tempat aktivitas perekrutan tenaga kerja yang menjanjikan pekerjaan di program MBG dan katering.

Kedatangan warga bertujuan meminta kejelasan terkait pekerjaan yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak perekrut.

Pasalnya, para korban mengaku telah menyetorkan sejumlah uang dengan nominal bervariasi, namun pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Modus yang digunakan diduga dengan meminta sejumlah uang kepada calon pekerja untuk biaya administrasi, seragam, BPJS, hingga biaya masuk kerja.

Nominal uang yang disetor korban pun beragam, mulai dari Rp100 ribu, Rp250 ribu, Rp500 ribu, Rp2,5 juta, hingga belasan juta rupiah.

Salah seorang korban mengaku awalnya tergiur lantaran dijanjikan bisa segera bekerja di katering program MBG dengan proses cepat.

“Awalnya diminta uang untuk administrasi, seragam, BPJS, dan jaminan masuk kerja. Katanya minggu lalu sudah mulai kerja, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujar salah satu korban.

Tak hanya itu, lokasi perekrutan dan tempat kerja yang dijanjikan juga disebut terus berpindah-pindah.

Mulanya dijanjikan di wilayah Sukadana, kemudian pindah ke Ciaro, lalu Limbangan, hingga Bandrek.

Perubahan lokasi tersebut disebut selalu disertai alasan penundaan operasional atau kendala teknis.

“Awalnya dari Sukadana, terus pindah ke Ciaro, lalu Limbangan dan Bandrek. Alasannya selalu diundur,” kata korban lainnya.

Sejumlah korban juga mengaku sempat takut melapor ke pihak kepolisian lantaran mendapat ancaman bahwa uang tidak akan dikembalikan apabila persoalan ini dibawa ke jalur hukum.

Kapolsek Cibiuk, AKP Karisman, membenarkan adanya aduan masyarakat terkait dugaan perekrutan tenaga kerja bermasalah tersebut.

Menurutnya, laporan awal diterima dari ketua RT dan RW setempat mengenai aktivitas perekrutan kerja yang menjanjikan penempatan di program MBG dan usaha katering.

“Ada aduan dari masyarakat terkait dugaan perekrutan tenaga kerja yang bermasalah. Kalau memang ingin diproses hukum, silakan membuat laporan resmi dan nanti akan kami fasilitasi. Saat ini masih dilakukan mediasi,” ujar Karisman.

Situasi di lokasi sempat dipenuhi warga yang meminta pertanggungjawaban dari pihak yang diduga melakukan perekrutan.

Aparat kepolisian juga terlihat berjaga untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Tokoh masyarakat setempat mendesak agar kasus ini segera ditangani serius oleh aparat penegak hukum agar tidak semakin meresahkan warga.

Warga berharap uang yang telah mereka setorkan dapat kembali dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, belum ada data resmi mengenai jumlah pasti korban maupun total kerugian yang dialami masyarakat.

Polisi dikabarkan masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penipuan penyaluran kerja tersebut.
(Agung)

Penulis: Agung Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600