Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPendidikanRagam Daerah

Refleksi GMNI ke-72 di Garut, Mahasiswa Didorong Aktif Jawab Tantangan Sosial dan Pendidikan

117
×

Refleksi GMNI ke-72 di Garut, Mahasiswa Didorong Aktif Jawab Tantangan Sosial dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Garut Abdusy Syakur Amin (tengah baju pembina Pramuka) foto bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) digelar di Gedung Pemuda Garut, Kamis (16/4/2026).

Garut//secondnewsupdate.co.id – Peringatan dan refleksi Dies Natalis ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) digelar di Gedung Pemuda Garut, Kamis (16/4/2026). 

Kegiatan ini dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Kadispora Asep Mulyana, Kepala Kesbangpol Nurrodhin, Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut Agil Sahrizal, jajaran pengurus GMNI, serta para alumni.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Syakur menegaskan bahwa momentum Dies Natalis GMNI menjadi ajang penting untuk memperkuat jati diri kebangsaan, khususnya nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda. 

Ia menyebut GMNI memiliki peran strategis dalam mencetak kader bangsa yang berideologi kuat dan bersemangat kebangsaan tinggi.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Garut, Fazha MNN, menyoroti berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang masih menjadi tantangan di daerah.

“Negara ini dari kita, untuk kita, dan kita yang mengaturnya. Bukan orang lain,” tegasnya.

Syakur juga menyoroti tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Garut. 

Tingginya angka kelahiran yang mencapai sekitar 50 ribu per tahun belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan. 

Dari sekitar 30 ribu lulusan SMA, daya tampung perguruan tinggi di Garut baru mampu menampung sekitar 7 ribu mahasiswa.

Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut telah menggulirkan program beasiswa sebesar Rp4 juta bagi sekitar 1.000 mahasiswa. Namun, ia mengakui kebutuhan pendidikan masih jauh lebih besar,

Selain itu, penguatan ekonomi berbasis digital juga terus didorong melalui pemanfaatan e-commerce agar generasi muda tetap bisa berkembang dari daerah.

“Tidak harus ke kota besar. Dari kampung pun kita bisa maju, selama mampu memanfaatkan peluang, termasuk digitalisasi ekonomi,” ujarnya.

Ia berharap GMNI dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan ekonomi, serta menjaga soliditas dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Perjuangan ke depan masih panjang dan berat. Maka kita harus tetap solid dan kompak untuk kemajuan Garut,” pungkasnya.

Bupati Kabupaten Garut Abdusy Syakur Amin dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Dies Natalis GMNI menjadi ajang penting untuk memperkuat jati diri kebangsaan, khususnya nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kabupaten Garut, Fazha MNN, menyoroti berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang masih menjadi tantangan di daerah.

Ia menyebut, dari sisi sosial dan pendidikan, Kabupaten Garut masih dihadapkan pada rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta meningkatnya fenomena anak terlantar, pengemis, hingga anak punk di jalanan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, mengingat ketimpangan sosial masih terlihat nyata di tengah masyarakat.

Di sektor pendidikan, Fazha juga menyoroti kendala akses bagi anak-anak untuk bersekolah. Meski program sekolah gratis telah berjalan, biaya tidak langsung masih menjadi hambatan utama bagi masyarakat.

Ia berharap, di usia ke-72 GMNI, mahasiswa dapat lebih aktif dalam mengawal kebijakan publik serta mendorong solusi konkret, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Garut. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600