Jawa Barat, Majalengka l secondnewsupdate.co.id — Revitalisasi SDN Rawa III mulai memperlihatkan perubahan signifikan.
Tumpukan material bangunan yang tertata di halaman sekolah menjadi bagian dari proses pembenahan fasilitas pendidikan untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.
Program revitalisasi tersebut mencakup pemugaran empat struktur ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak, penggantian rangka serta penutup atap yang telah usang, perbaikan dinding dan lantai, hingga pembaruan instalasi listrik dan sanitasi.
Tak hanya rehabilitasi, proyek tersebut juga mencakup pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) di lantai atas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas sarana pembelajaran di SDN Rawa III.
Seluruh pekerjaan diarahkan untuk mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis), petunjuk pelaksanaan (Juklak), serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Pengawasan dilakukan secara berkala agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah direncanakan.
Kepala Sekolah: Material Tak Boleh Asal
Kepala SDN Rawa III, Nunung Koswati, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan revitalisasi yang menurutnya berjalan tertib dan transparan.
Ia mengatakan pihak sekolah bersama unsur terkait dapat memantau tahapan pekerjaan, termasuk penggunaan anggaran dan kualitas material yang digunakan.
“Kami sangat bersyukur pembangunan ini berjalan sesuai rencana. Setiap tahapan dapat kami pantau bersama, anggaran digunakan sesuai RAB, dan standar pengerjaan mengikuti juknis yang berlaku. Ini menjadi jaminan bagi kami bahwa sekolah yang kami tempati nanti benar-benar kokoh, aman, dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Nunung di sela kesibukannya usai mengajar.
Menurutnya, kualitas material menjadi salah satu perhatian utama dalam proses revitalisasi.
Pembangunan tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan hasil akhirnya memiliki kualitas dan ketahanan yang baik.
P2SP dan Komite Sekolah Turut Mengawasi
Hal senada disampaikan salah seorang guru sekaligus anggota P2SP pembangunan revitalisasi SDN Rawa III, Ficky Firdaus.
Menurut Ficky, pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan dua RKB sejauh ini berjalan sesuai spesifikasi yang ditetapkan dalam juklak dan juknis.
“Dalam pelaksanaannya yang saya lihat, sudah berjalan cukup baik. Semua dilibatkan sesuai tupoksinya, baik P2SP, komite sekolah maupun dewan guru, semua terlibat dalam program revit ini,” kata Ficky.
Ia menambahkan, Kepala SDN Rawa III cukup ketat dalam memastikan material yang digunakan memenuhi standar.
“Bahkan Ibu Kepala sangat rewel, ia tidak mau bahan material yang asal-asalan. Semua harus lebih bagus, minimal sesuai standar spek yang ada. Dan semua dijalankan transparan, setiap pekerjaan selalu dikonsultasikan dengan pengawas dan dinas,” jelasnya.
Ficky pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, khususnya Bupati Majalengka H. Eman Suherman dan jajaran Dinas Pendidikan, yang telah menggulirkan program revitalisasi tersebut ke SDN Rawa III.
Orang Tua Murid Sambut dengan Antusias
Perubahan fisik sekolah juga mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa dan warga sekitar.
Sejumlah wali murid bahkan memantau langsung perkembangan pembangunan. Mereka berharap revitalisasi tersebut dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
“Selama ini kami berharap sekolah anak-anak kami bisa lebih baik. Sekarang melihatnya dibangun kembali dengan rapi, sesuai aturan, kami tenang dan senang sekali. Anak-anak pun bertanya kapan bisa masuk ke ruang kelas yang baru,” ungkap salah seorang wali murid.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi sekolah bukan semata-mata persoalan membangun gedung.
Lebih dari itu, fasilitas pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang dapat meningkatkan kenyamanan dan motivasi siswa.
Dengan pelaksanaan yang melibatkan pihak sekolah, P2SP, komite, guru, pengawas, serta instansi terkait, revitalisasi SDN Rawa III diharapkan dapat menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas sekaligus dapat dipertanggungjawabkan.
Kini, para guru, siswa, dan orang tua tinggal menantikan selesainya seluruh rangkaian pekerjaan.
Harapannya, ruang-ruang kelas yang telah diperbarui dan dua RKB baru tersebut segera menjadi tempat lahirnya semangat belajar serta mimpi-mimpi baru generasi penerus Majalengka. (Ast)
















