BeritaInformatikaRagam DaerahSosial

Semangat Disabilitas Berdaya, Nasabah PNM Mekaar di Bandung Menginspirasi Komunitas

111
Semangat Tanpa Batas dalam Keterbatasan, Irma dan Jejak Pemberdayaan Disabilitas Melalui PNM Mekaar, Rabu(25/3/2026). (Foto:Krist)

Kabupaten Bandung// secondnewsupdate.co.id –Keterbatasan fisik kerap dianggap sebagai hambatan. Namun bagi Irma, nasabah PNM Mekaar di Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, kondisi tersebut bukanlah batas akhir perjuangan.

Sebagai perempuan penyandang disabilitas, Irma membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru sebaliknya, hal itu menjadi pemicu semangat untuk terus maju, produktif, serta memberi dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.

Komitmen PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera tanpa diskriminasi membuka ruang bagi Ibu Irma untuk mengembangkan potensi diri. 

Tak hanya berupaya mandiri secara ekonomi, ia juga aktif membagikan pengetahuan serta motivasi kepada sesama penyandang disabilitas di lingkungan tempat tinggalnya.

Langkah ini selaras dengan semangat inklusivitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Perjalanan tersebut tentu tidak mudah. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Irma tetap menunjukkan keteguhan hati dan semangat juang yang kuat.

“Walaupun banyak keterbatasan, kita harus tetap kuat dan setara dengan yang lain. Jangan mengharapkan belas kasihan. Kita harus semangat berjualan, mandiri, dan tidak bergantung kepada orang lain,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia juga mendorong para penyandang disabilitas agar percaya diri dan aktif berkegiatan.

“Jangan hanya diam di rumah dan tidak percaya diri. Kita harus saling tolong-menolong dan memiliki keinginan kuat untuk berusaha. Kita buktikan bahwa kita mampu, meskipun kadang masih menghadapi stigma dan pengucilan,” tambahnya.

Semangat yang ditularkan Irma dirasakan langsung oleh salah satu penyandang disabilitas binaannya, Iis.

“Saya sangat bahagia karena diperhatikan oleh Bu Irma. Saya jadi merasa lebih berarti,” ungkap Iis.

Kesaksian tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan yang dilakukan Irma tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan dukungan psikososial yang menguatkan komunitas disabilitas di sekitarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Permodalan Nasional Madani, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan Irma mencerminkan komitmen PNM dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Langkah pemberdayaan yang dicontohkan Ibu Irma menjadi bukti nyata komitmen PNM dalam membuka akses setara bagi setiap ibu prasejahtera untuk bertumbuh secara usaha, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menginspirasi komunitasnya. Pemberdayaan ekonomi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan sosial yang luas,” ujar Dodot.

Ia menegaskan, pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pendampingan usaha, pelatihan, serta akses pembiayaan merupakan bagian dari strategi PNM untuk memastikan setiap perempuan prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sejalan dengan semangat perusahaan: Tumbuh, Peduli, dan Menginspirasi.

Kisah Irma menjadi gambaran nyata bahwa pemberdayaan ekonomi mampu menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat kemandirian, serta menghadirkan kontribusi sosial yang luas dan bermakna bagi lingkungan sekitar. (Krist/Apih)

Exit mobile version