BeritaRagam Daerah

Serangan Hama Tikus Ancam Gagal Panen, di Desa Sindang Sari Garut, Petani Menjerit Minta Penanganan Serius dari Pemerintah Garut

86
Nampak sawah para petani di Sindang Sari Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut habis terserang hama tikus dipastikan gagal panen

Garut//secondnewsupdate.co.id –Serangan hama tikus kembali menghantui para petani di desa Sindang Sari kecamatan Leuwigoong dan sejumlah wilayah persawahan. Kamis (22/1/2026).

Beberapa areal padi dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serbuan tikus yang menyerang tanaman pada fase pertumbuhan produktif, sehingga mengancam gagal panen dan menimbulkan kerugian besar bagi petani.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hamparan padi yang sebelumnya tumbuh hijau kini tampak rusak tidak beraturan. Banyak batang padi yang patah dan habis digerogoti, bahkan di sejumlah petak sawah tanaman padi nyaris ludes. 

Serangan diduga terjadi pada malam hari, saat tikus keluar dari sarangnya dan menyerang tanaman secara berkelompok.

Salah seorang petani setempat mengungkapkan bahwa serangan hama tikus telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir dan terus meluas ke area persawahan lainnya.

“Kami sudah berusaha melakukan pengendalian sendiri, mulai dari pasang jebakan, pengasapan lubang tikus, sampai ronda malam. Tapi tikusnya terlalu banyak. Kalau kondisi seperti ini terus, panen bisa gagal,” keluhnya.

Kerugian Petani Kian Membesar

Akibat serangan tersebut, kerugian petani diperkirakan cukup besar. Selain biaya tanam yang telah dikeluarkan sejak awal musim, petani juga terancam kehilangan sumber penghasilan utama. 

Foto Ilustrasi hama tikus menyerang sawah petani

Kondisi ini semakin memprihatinkan karena sebagian petani masih menanggung utang biaya produksi pertanian.

Para petani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait, baik pemerintah desa, Dinas Pertanian, maupun instansi teknis lainnya. 

Mereka meminta dilakukan gerakan pengendalian hama tikus secara massal dan terpadu agar serangan tidak semakin meluas dan merusak areal persawahan lainnya.

Petani juga mendesak agar pihak berwenang segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan kerusakan sekaligus memberikan solusi konkret.

Bantuan yang diharapkan meliputi penyediaan obat pengendali hama, pendampingan teknis kepada petani, serta langkah antisipasi jangka panjang untuk mencegah serangan berulang.

Jika tidak segera ditangani, serangan hama tikus dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan produksi padi dan berpotensi mengancam ketahanan pangan petani di wilayah tersebut. (Agung)

Exit mobile version