Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id – Paguyuban Sabilulungan Pasundan (PSP) Kota Bandung resmi memasuki babak baru kepemimpinan.
Setelah sekitar 12 tahun mengabdikan diri sebagai pendiri sekaligus Pupuhu, Apih Djalil menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Syafrial yang dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Pergantian kepemimpinan yang berlangsung di Bandung, menjadi momentum penting bagi PSP untuk melanjutkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni serta budaya Sunda di Kota Bandung maupun Jawa Barat. Minggu (26/7/2026).
Syafrial bukanlah sosok baru dalam kegiatan sosial dan kebudayaan. Tokoh masyarakat asal Lampung yang telah lama bermukim di Kota Bandung ini dikenal aktif membangun hubungan harmonis antarbudaya.
Selain melestarikan budaya Lampung di tanah perantauan, ia juga mendirikan rumah singgah bagi masyarakat yang membutuhkan serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pelestarian budaya di Jawa Barat.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam memimpin Paguyuban Sabilulungan Pasundan agar semakin berkembang sebagai wadah pelestarian budaya yang inklusif dan mampu merangkul berbagai elemen masyarakat.
Usai menerima amanah, Syafrial langsung membentuk kepengurusan inti organisasi.
Aja dipercaya sebagai Wakil Ketua, Bunda Meta menjabat Sekretaris, sedangkan Mama Dewi mengemban tugas sebagai Bendahara.
Sementara itu, susunan pengurus bidang lainnya akan segera dilengkapi guna memperkuat organisasi sekaligus mempercepat realisasi berbagai program kerja.
Dalam sambutannya, Syafrial menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh para sesepuh, pembina, pengurus, dan keluarga besar Paguyuban Sabilulungan Pasundan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sesepuh, pembina, pengurus, dan seluruh keluarga besar Paguyuban Sabilulungan Pasundan Kota Bandung yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Pupuhu. Insya Allah, amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, semangat kebersamaan, dan nilai-nilai sabilulungan,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, PSP akan memprioritaskan berbagai program yang berorientasi pada pelestarian budaya Sunda. Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai dari perlombaan seni budaya, kaulinan barudak atau permainan tradisional, pagelaran seni, pelatihan budaya, hingga kegiatan edukasi yang bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda.
Menurut Syafrial, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam program yang berkesinambungan agar warisan budaya leluhur tetap hidup, berkembang, dan dicintai masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota paguyuban, para seniman, budayawan, generasi muda, serta masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian budaya Sunda dengan mengedepankan falsafah silih asih, silih asah, dan silih asuh.
“Saya mengajak seluruh anggota, para seniman, budayawan, generasi muda, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, melestarikan, dan memajukan seni budaya Sunda. Semoga Paguyuban Sabilulungan Pasundan Kota Bandung semakin maju, semakin bermanfaat, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh pecinta budaya Sunda,” katanya.
Dengan kepemimpinan baru ini, Paguyuban Sabilulungan Pasundan Kota Bandung diharapkan semakin solid dalam menjalankan visi pelestarian budaya, mempererat persaudaraan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan seni dan budaya Sunda di Jawa Barat. (Burhan)
















