Ragam DaerahSosial

Tak Tunggu Anggaran Pemerintah, Warga Citeras-Bunisari Garut Patungan Perbaiki Jalan Penghubung Antardesa

114
Tak ingin kondisi jalan terus menghambat aktivitas warga, masyarakat Desa Citeras dan Desa Bunisari memilih turun tangan secara swadaya memperbaiki jalan penghubung antardesa yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id – Semangat gotong royong masyarakat kembali menjadi sorotan di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

Tak ingin kondisi jalan terus menghambat aktivitas warga, masyarakat Desa Citeras dan Desa Bunisari memilih turun tangan secara swadaya memperbaiki jalan penghubung antardesa yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.

Menariknya, perbaikan tersebut dilakukan tanpa menunggu adanya anggaran dari pemerintah.

Warga dari kedua desa bahu-membahu mengerjakan perbaikan jalan dengan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki.

Sejumlah warga terlihat terlibat langsung dalam proses pengerjaan. Mulai dari menyiapkan material, meratakan permukaan jalan, memasang pembatas, hingga melakukan pengecoran pada bagian jalan yang mengalami kerusakan.

Dengan menggunakan peralatan sederhana, warga bekerja bersama-sama agar kondisi jalan dapat kembali lebih layak dilalui.

Bagi masyarakat, jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung, tetapi menjadi akses vital yang digunakan setiap hari untuk berbagai kebutuhan.

Jalan yang menghubungkan Desa Citeras dan Desa Bunisari tersebut memiliki peranan penting dalam menunjang mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga akses menuju berbagai fasilitas umum.

Kondisi jalan yang mengalami kerusakan dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk bekerja, berdagang, mengangkut hasil pertanian maupun menjalankan berbagai kegiatan lainnya.

Salah seorang warga mengungkapkan, inisiatif memperbaiki jalan muncul dari kepedulian masyarakat terhadap kondisi akses yang digunakan bersama. Meski hingga kini belum mendapatkan dukungan anggaran pemerintah untuk perbaikan tersebut, warga memilih bergotong royong agar jalan bisa segera kembali dimanfaatkan dengan lebih nyaman.

“Ini murni gotong royong warga. Kami berharap jalan ini bisa lebih baik sehingga memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Semangat warga tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa budaya gotong royong di tengah masyarakat pedesaan masih sangat kuat. 

Tidak hanya warga dari satu wilayah, masyarakat Desa Citeras dan Desa Bunisari bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas yang menjadi kepentingan bersama.

Perbaikan secara swadaya ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di wilayahnya.

Warga tidak sekadar menunggu bantuan, tetapi mengambil langkah nyata sesuai kemampuan agar persoalan yang mereka hadapi dapat segera ditangani.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kondisi jalan penghubung kedua desa tersebut. 

Perbaikan yang dilakukan secara swadaya dinilai baru menjadi solusi sementara, sementara peningkatan kualitas jalan secara permanen tetap membutuhkan dukungan program dan anggaran pemerintah.

Warga berharap ke depan jalan tersebut dapat memperoleh pembangunan maupun peningkatan infrastruktur secara lebih menyeluruh, sehingga akses antardesa menjadi lebih kuat, aman dan nyaman dalam jangka panjang.

Bagi masyarakat Citeras dan Bunisari, aksi gotong royong ini bukan hanya tentang memperbaiki badan jalan. 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan bahwa ketika kepentingan masyarakat membutuhkan perhatian, warga mampu bersatu dan bergerak bersama.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, masyarakat berharap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan serta roda perekonomian di kedua desa dapat berjalan lebih lancar.

Semangat warga Desa Citeras dan Desa Bunisari ini pun menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi bisa tumbuh dari kepedulian dan kebersamaan masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. (Agung)

Exit mobile version