Kab Tangerang Banten/ secondnewsupdate.co.id – Persaingan menuju predikat Kelurahan Terbaik Kabupaten Tangerang semakin memanas.
Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang mulai melakukan verifikasi lapangan dengan mengunjungi lima kelurahan terbaik hasil seleksi awal dari total 28 kelurahan yang mengikuti kompetisi tahun 2026.
Kegiatan penilaian perdana dilaksanakan di Kantor Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Senin (8/6/2026).
Tim penilai yang terdiri dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Ahmad Hapid.
Dalam keterangannya, Ahmad Hapid menjelaskan bahwa lima kelurahan yang berhasil masuk babak final penilaian tingkat kabupaten adalah Kelurahan Salembaran Jaya, Tigaraksa, Sukatani, Kutabumi, dan Bojong Nangka.
“Hari ini kami mulai melakukan penilaian lapangan terhadap lima besar kelurahan yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi dan pemaparan. Dari lima besar ini nantinya akan disaring kembali menjadi tiga besar terbaik tingkat Kabupaten Tangerang,” ujar Hapid.
Menurutnya, tim akan melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap berbagai aspek yang menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan.
Penilaian tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga mencakup kondisi kewilayahan, partisipasi masyarakat, pelayanan publik, inovasi, serta kinerja pemerintahan kelurahan.
“Kami melihat langsung kondisi riil di lapangan. Ada sejumlah aspek yang menjadi perhatian, mulai dari tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, hingga capaian pembangunan di wilayah masing-masing kelurahan,” katanya.
Proses penilaian lima besar dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (10/6/2026).
Setelah seluruh kunjungan lapangan selesai dilakukan, tim akan menggelar rapat pleno untuk menentukan tiga kelurahan terbaik yang berhak melaju ke tahap berikutnya.
Kelurahan yang berhasil meraih peringkat pertama tingkat Kabupaten Tangerang nantinya akan menjadi wakil daerah dalam ajang Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Banten.
Hapid menambahkan, pemerintah daerah menerapkan sistem rotasi dalam keikutsertaan lomba.
Kelurahan yang telah meraih prestasi tinggi, khususnya di tingkat nasional, sementara waktu tidak diikutsertakan agar memberikan kesempatan kepada kelurahan lain untuk berkembang dan berkompetisi.
Ia mencontohkan Kelurahan Cisauk dan Kelurahan Kadu Agung yang sebelumnya telah mencatatkan prestasi membanggakan hingga tingkat nasional.
“Kelurahan yang sudah menjadi juara, terutama yang telah berprestasi di tingkat nasional, untuk sementara tidak kami sertakan terlebih dahulu. Tujuannya agar ada regenerasi dan pemerataan kesempatan bagi kelurahan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hapid berharap wakil Kabupaten Tangerang tahun ini mampu menorehkan prestasi yang lebih tinggi hingga tingkat nasional.
Meski persaingan diprediksi ketat dengan daerah-daerah unggulan dari Provinsi Bali maupun DKI Jakarta, ia optimistis potensi yang dimiliki kelurahan-kelurahan di Kabupaten Tangerang mampu bersaing.
“Kami berharap wakil Kabupaten Tangerang bisa menjadi yang terbaik, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional. Siapa pun yang nantinya terpilih dari lima besar ini, kami berharap dapat membawa nama baik Kabupaten Tangerang dan meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional,” pungkasnya. (Dia)
