Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Transformasi SDM Menuju Masa Depan Berkelanjutan! FK-HRD Indonesia Sukses Gelar Seminar Green Productivity di Bekasi

112
×

Transformasi SDM Menuju Masa Depan Berkelanjutan! FK-HRD Indonesia Sukses Gelar Seminar Green Productivity di Bekasi

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Forum Komunikasi dan Konsultasi HRD Indonesia (FK-HRD Indonesia) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Bekasi/secondnewsupdate.co.id – Forum Komunikasi dan Konsultasi HRD Indonesia (FK-HRD Indonesia) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Melalui seminar bertajuk “Transforming Workforce for Sustainability: Peran HR dalam Green Productivity melalui Pendekatan Creative Thinking”, organisasi ini mengajak para praktisi Human Resources (HR) menjadi motor penggerak transformasi menuju organisasi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Example 300x600

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Grande Valore Hotel & Serviced Apartment, Jababeka, Kabupaten Bekasi tersebut diikuti para praktisi HR, manajer perusahaan, akademisi, hingga pelaku industri yang ingin memperkuat strategi pengelolaan SDM di era persaingan global.

Ketua Umum FK-HRD Indonesia, Budiyanto, menyampaikan bahwa peran HR saat ini telah mengalami perubahan signifikan. 

Tidak lagi sekadar mengelola administrasi ketenagakerjaan, HR kini dituntut mampu menjadi mitra strategis perusahaan dalam menciptakan budaya kerja yang produktif, ramah lingkungan, serta mampu menghadapi tantangan transformasi industri.

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah berbagi wawasan sekaligus memperkuat kapasitas para profesional HR agar mampu menciptakan produktivitas hijau (Green Productivity) yang berdampak terhadap keberlanjutan bisnis.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Tabitha Anna Wulandari, mengapresiasi seluruh panitia, sponsor, donatur, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung sukses.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, donatur, dan semua pihak yang telah berkontribusi sehingga seminar ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Dalam sesi utama, Dialah Hutabalian, ACTC, PCC, CPS, CGPS, selaku Learning Facilitator & Knowledge Management Lead Specialist PT ANTAM (Persero) Tbk, memaparkan materi mengenai pentingnya coaching dalam meningkatkan produktivitas organisasi.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sedang memasuki momentum bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah. Jika kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas SDM, maka bonus demografi justru berpotensi berubah menjadi beban.

“Bonus demografi adalah jendela kesempatan yang hanya datang sekali. Puncaknya diperkirakan terjadi sekitar tahun 2040. Jika tidak dikonversi menjadi produktivitas, bonus tersebut justru akan berubah menjadi beban demografi,” tegas Dialah.

Dalam presentasinya, alumni Leadership Program Making Indonesia 4.0 Lemhannas RI itu menguraikan lima agenda utama dalam Unlocking Potential, yakni pentingnya fokus pada kinerja manusia, memahami konsep coaching secara tepat, implementasi coaching dalam organisasi, faktor-faktor yang memengaruhi kinerja SDM, hingga strategi memanfaatkan jasa pelatih profesional.

Sementara itu, narasumber lainnya, Leonard Tiopan Panjaitan, memaparkan materi mengenai integrasi Gain Sharing dalam Total Factor Productivity (TFP) sebagai strategi membangun budaya kerja hijau yang berkelanjutan.

Leonard menjelaskan bahwa studi kasus yang dipaparkan merupakan ilustrasi berdasarkan data aktual dan bukan implementasi nyata di PT Unilever Indonesia Tbk. 

Materi tersebut bertujuan memberikan gambaran teknis mengenai mekanisme perhitungan Gain Sharing dan TFP.

Menurutnya, keberhasilan penerapan sistem tersebut bukan semata-mata karena rumus matematis yang kompleks, melainkan karena adanya transparansi dan kepercayaan antara perusahaan dengan karyawan.

“Kunci sukses model TFP dan Gain Sharing bukan karena formula matematisnya canggih, melainkan karena mampu membangun kepercayaan. Karyawan melihat secara langsung hubungan antara kerja keras mereka dengan nilai penghargaan yang diterima,” jelas Leonard.

Sepanjang kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama para narasumber. Seminar berlangsung lancar berkat koordinasi panitia, termasuk Ketua Seksi Acara Dyah Wahyuni.

Sebagai penutup, panitia membagikan berbagai doorprize kepada peserta yang beruntung, menambah semarak rangkaian acara sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi para peserta.

Seminar ini diharapkan mampu memperkuat peran praktisi HR sebagai agen perubahan dalam membangun budaya kerja yang inovatif, meningkatkan produktivitas hijau, serta mempersiapkan Indonesia menghadapi bonus demografi menuju masa depan yang berkelanjutan. (Megy)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600