Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaPendidikanRagam Daerah

Wisuda UNIGA 2026, Bupati Garut Soroti Rendahnya Angka Kuliah: Hanya Seperlima Lulusan SMA Lanjut ke Perguruan Tinggi

113
×

Wisuda UNIGA 2026, Bupati Garut Soroti Rendahnya Angka Kuliah: Hanya Seperlima Lulusan SMA Lanjut ke Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Selain memberikan ucapan selamat kepada ratusan lulusan, Wisuda Sarjana dan Magister Universitas Garut (UNIGA) Angkatan ke-XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga mengungkap fakta yang memprihatinkan, yakni masih rendahnya jumlah lulusan SMA yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id – Momen Wisuda Sarjana dan Magister Universitas Garut (UNIGA) Angkatan ke-XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 menjadi panggung refleksi penting bagi masa depan pendidikan tinggi di Kabupaten Garut. 

Selain memberikan ucapan selamat kepada ratusan lulusan, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga mengungkap fakta yang memprihatinkan, yakni masih rendahnya jumlah lulusan SMA yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Example 300x600

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Garut yang berlangsung di Kampus I UNIGA, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (25/7/2026).

Acara wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Garut, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, Ketua Umum Yayasan UNIGA, jajaran civitas akademika, serta keluarga para wisudawan.

Dalam sambutannya, Syakur mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akademik bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat sekaligus menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Namun di balik suasana bahagia wisuda, Syakur menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi Kabupaten Garut, yakni terbatasnya daya tampung perguruan tinggi dibandingkan jumlah lulusan SMA dan sederajat setiap tahunnya.

Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 35 ribu lulusan SMA di Kabupaten Garut. Sementara itu, seluruh perguruan tinggi yang ada di daerah tersebut diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 5 ribu mahasiswa baru. 

Jika ditambah mahasiswa asal Garut yang melanjutkan kuliah ke luar daerah, jumlahnya diperkirakan hanya mencapai sekitar 7 ribu orang.

Artinya, hanya sekitar seperlima lulusan SMA yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kondisi ini menjadi tantangan bersama. Perguruan tinggi di Garut harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitas agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Syakur.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, memiliki karakter kuat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, memberikan motivasi kepada para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan nilai akademik semata dalam meraih kesuksesan.

Menurutnya, karakter, integritas, etos kerja, dan kemampuan menjaga kepercayaan justru menjadi faktor yang menentukan seseorang mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.

“Banyak orang dengan IPK biasa saja mampu mencapai puncak karier karena memiliki karakter yang kuat. Ilmu akan menjadi jauh lebih bernilai ketika dilengkapi integritas dan kepribadian yang baik,” tutur Bima.

Ia berharap seluruh lulusan UNIGA mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat serta menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berkarya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, melaporkan bahwa Wisuda Angkatan ke-XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 meluluskan sebanyak 629 wisudawan dari berbagai fakultas dan program magister.

Menurutnya, memasuki usia ke-28 tahun pada akhir 2025, UNIGA terus melakukan transformasi melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, digitalisasi layanan akademik, pengembangan riset, hingga memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menegaskan bahwa UNIGA berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan berkompetensi tinggi, berakhlak mulia, berintegritas, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Garut.

Wisuda kali ini menjadi simbol lahirnya ratusan sarjana baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan. 

Di tengah kebutuhan akan sumber daya manusia yang semakin berkualitas, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mempercepat pembangunan Garut yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (Agung/Farid)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600