Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPendidikanRagam Daerah

12 Tahun Menanti, Revitalisasi KB Tsamrotul Fuadah Cigedug Mulai Terwujud

117
×

12 Tahun Menanti, Revitalisasi KB Tsamrotul Fuadah Cigedug Mulai Terwujud

Sebarkan artikel ini
Kepala KB Tsamrotul Fuadah, Wawan Sodikin, S.Pd.I., mengenakan kopiah saat meninjau langsung progres pelaksanaan revitalisasi KB Tsamrotul Fuadah di Kampung Olan, Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Garut, Rabu (23/9/2026).

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Penantian panjang selama sekitar 12 tahun akhirnya mulai menemukan titik terang. KB Tsamrotul Fuadah di Kampung Olan, Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, kini perlahan berbenah melalui program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Setelah bertahun-tahun menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang terbatas, pembangunan di lembaga pendidikan tersebut kini memasuki minggu keempat. Progres pekerjaan tercatat sekitar 15,33 persen.

Example 300x600

Kepala KB Tsamrotul Fuadah, Wawan Sodikin, mengatakan revitalisasi tersebut mencakup enam menu pekerjaan, yakni pembangunan ruang kelas baru (RKB), ruang administrasi, toilet, pemagaran, sanitasi, serta penataan area bermain.

“Alhamdulillah, program revitalisasi ini sudah berjalan sekitar satu bulan. Pencairan dana dilakukan pada Agustus, meskipun sempat ada kendala administrasi di perbankan sehingga pencairannya tertahan sekitar satu minggu,” ujar Wawan saat ditemui, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, program revitalisasi dilaksanakan melalui dua tahap pencairan, masing-masing sebesar 70 persen dan 30 persen. Dalam proses pembangunannya, pihak sekolah juga melibatkan masyarakat sekitar, baik dalam pengadaan material maupun tenaga kerja.

“Sekitar 15 pekerja yang terlibat semuanya merupakan putra daerah. Pengadaan material juga kami lakukan dari lingkungan sekitar. Ini sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut bekerja selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.

Wawan menuturkan, pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat bulan. Namun, pelaksanaan pekerjaan di tengah musim kemarau membuat ketersediaan air menjadi salah satu kendala teknis yang harus dihadapi.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan rasa syukur pihak sekolah. Bagi Wawan, pembangunan ini menjadi jawaban atas penantian panjang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak.

“Selama ini kami hanya bisa menanti. Ada yang menganggap memiliki bangunan yang lebih layak itu seperti sesuatu yang tidak mungkin. Alhamdulillah, melalui program revitalisasi ini, harapan tersebut sekarang menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Atas terealisasinya program tersebut, Wawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah terhadap peningkatan sarana pendidikan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri Pendidikan, Dinas Pendidikan, serta seluruh pihak yang turut mendukung terlaksananya program revitalisasi tersebut.

Saat ini, KB Tsamrotul Fuadah memiliki sekitar 40 peserta didik yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Wawan berharap kehadiran fasilitas baru nantinya tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga memberikan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap layanan pendidikan di lembaganya.

“Dengan adanya bangunan yang lebih baik, kami berharap anak-anak semakin nyaman dan orang tua semakin responsif dalam menyekolahkan anaknya. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi juga tentang masa depan pendidikan anak-anak di sini,” tuturnya.

Ia juga berharap revitalisasi tersebut menjadi energi baru bagi para pendidik untuk semakin meningkatkan kualitas pengabdian dan pelayanan pendidikan.

“Semoga dengan adanya program ini, pengabdian para guru juga semakin dihargai dan kualitas pendidikan bisa terus meningkat,” pungkas Wawan. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600