Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaOlah RagaRagam Daerah

442 Atlet dari 5 Provinsi Adu Gengsi di Tangerang Wushu Open Championship 2026, Intan Nurul Hikmah Resmi Membuka!

522
×

442 Atlet dari 5 Provinsi Adu Gengsi di Tangerang Wushu Open Championship 2026, Intan Nurul Hikmah Resmi Membuka!

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Tangerang sekaligus Pembina Wushu Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang dan seluruh panitia yang telah menggagas serta menyelenggarakan kejuaraan tersebut.

Kabupaten Tangerang, Banten l secondnewsupdate.co.id – Semangat membangun prestasi olahraga bela diri menggema di Kabupaten Tangerang, Banten.

Sebanyak 442 atlet dari lima provinsi ambil bagian dalam ajang Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) 2026, yang resmi dibuka Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, di Universitas Tangerang Raya, Kamis (15/10/2026).

Example 300x600

Kejuaraan ini menjadi momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menguji hasil latihan, sekaligus mengasah mental bertanding di tengah persaingan olahraga wushu yang semakin kompetitif.

Ratusan atlet tersebut berasal dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung. Kehadiran peserta lintas provinsi menjadikan TWOC 2026 sebagai ajang strategis untuk memperluas pengalaman bertanding serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Tangerang sekaligus Pembina Wushu Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang dan seluruh panitia yang telah menggagas serta menyelenggarakan kejuaraan tersebut.

Menurut Intan, kompetisi olahraga bukan hanya menjadi arena untuk mengejar kemenangan, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda melalui proses pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Ia menilai, penyelenggaraan TWOC 2026 turut memperkuat ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkesinambungan, sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengukur kemampuan serta meningkatkan kualitas prestasi.

“Wushu bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik dan ketangkasan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, konsentrasi, pengendalian diri, sportivitas, serta penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas,” ujar Intan.

Pemkab Tangerang Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Intan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung kemajuan olahraga melalui pembinaan atlet, penguatan organisasi cabang olahraga, serta penyelenggaraan kompetisi secara berkesinambungan.

Menurutnya, prestasi tidak mungkin lahir hanya dari satu pertandingan. Dibutuhkan proses panjang, kedisiplinan dalam berlatih, pendampingan pelatih yang kompeten, serta dukungan keluarga dan berbagai pemangku kepentingan.

“Prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, pendampingan pelatih, serta dukungan keluarga dan berbagai pihak,” imbuhnya.

Ia berharap Tangerang Wushu Open Championship 2026 dapat berlangsung lancar dan sukses, sekaligus menjadi titik awal bagi munculnya bibit-bibit atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Kepada seluruh peserta, Intan berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan, serta menghormati setiap keputusan wasit dan juri.

Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan harus diraih melalui perjuangan yang sportif, sementara kekalahan perlu dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada pertandingan berikutnya.

Perwakilan Gubernur Banten Apresiasi TWOC 2026

Apresiasi terhadap penyelenggaraan TWOC 2026 juga disampaikan Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Nana Supiana, yang hadir mewakili Gubernur Banten.

Nana menilai kejuaraan tersebut memiliki peran penting dalam mengukur hasil latihan, membangun mental kompetitif, serta mengidentifikasi potensi atlet yang dapat dikembangkan melalui pembinaan secara berjenjang.

Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak dapat dibebankan hanya kepada atlet atau organisasi cabang olahraga. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), organisasi olahraga, sekolah, perguruan tinggi, pelatih, hingga orang tua.

Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan konsisten, mulai dari tingkat dasar hingga pembentukan atlet berprestasi.

Nana juga menyinggung capaian tim wushu Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand yang, berdasarkan keterangannya, meraih lima medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu.

Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Diikuti 29 Kontingen Taolu dan 16 Tim Sanda

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang, Iyon Aritonang, menjelaskan bahwa TWOC 2026 diikuti 442 atlet yang terbagi dalam kategori Taolu dan Sanda.

Berdasarkan data panitia, terdapat 29 kontingen pada kategori Taolu dan 16 tim pada kategori Sanda. Kedua kategori tersebut memberikan ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan sesuai nomor pertandingan yang diikuti.

Iyon menilai besarnya jumlah peserta serta keterlibatan atlet dari lima provinsi menjadi indikator penting bagi penyelenggaraan kompetisi yang mampu mempertemukan atlet dari berbagai daerah.

Selain meningkatkan jam terbang, kejuaraan ini diharapkan dapat membantu atlet dan pelatih mengevaluasi kemampuan teknis, kesiapan fisik, strategi, serta mental bertanding sebagai bekal menghadapi kejuaraan selanjutnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Universitas Tangerang Raya, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TWOC 2026.

Atlet Mendapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Pada kesempatan yang sama, penyelenggara juga melakukan penyerahan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap aspek perlindungan dan keamanan peserta selama mengikuti kegiatan olahraga.

Dengan dukungan pembinaan, kompetisi yang berkelanjutan, serta perhatian terhadap perlindungan atlet, Tangerang Wushu Open Championship 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga memperkuat fondasi pengembangan olahraga wushu di Kabupaten Tangerang dan daerah lainnya.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk membuktikan kemampuan, membangun pengalaman, dan menapaki perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600