Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam DaerahWisata

Fashion Show Kebaya Jadi Sarana Edukasi Nilai Budaya bagi Perempuan Garut

116
×

Fashion Show Kebaya Jadi Sarana Edukasi Nilai Budaya bagi Perempuan Garut

Sebarkan artikel ini
Milad ke-4 Wahegar di Pendopo Garut diwarnai Fashion Show Kebaya Raden Ayu Lasminingrat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan dan pelestarian budaya. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran perempuan Garut yang berdaya, mandiri, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Wanita Hebat Garut (Wahegar) memperingati Milad ke-4 dengan menggelar Fashion Show Kebaya di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (4/6/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi budaya sekaligus bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan Garut melalui sosok Raden Ayu Lasminingrat.

Example 300x600

Mewakili Pemerintah Kabupaten Garut, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Iwa Kartiwa, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Wahegar selama empat tahun terakhir dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Kabupaten Garut.

“Saya berharap Wahegar dapat terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu bersinergi dengan berbagai pihak, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat Kabupaten Garut,” ujarnya.

Ketua Wahegar, Susi Sabion, menjelaskan bahwa tema kebaya dipilih untuk mengenang jasa Raden Ayu Lasminingrat, tokoh perempuan asal Garut yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan, kesetaraan gender, dan pendidikan di Indonesia.

“Kami mengangkat lomba Fashion Show Kebaya Raden Ayu Lasminingrat untuk mengingatkan bahwa sebelum kita ada di sini, Garut telah melahirkan perempuan-perempuan hebat. Salah satunya Raden Ayu Lasminingrat yang berjuang untuk emansipasi wanita, kesetaraan gender, dan pendidikan sehingga mampu mencerdaskan anak-anak bangsa,” ungkap Susi.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat. 

Perempuan yang tangguh dan mandiri akan menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Milad ke-4 Wahegar, Ani Suhartini, menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol identitas dan martabat perempuan.

“Bagi wanita Garut, kebaya bukan sekadar kain yang menutup tubuh. Kebaya adalah mahkota, identitas, simbol martabat, dan kekuatan perempuan,” katanya.

Ani juga mengajak perempuan Garut untuk terus berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk menjaga dan melestarikan budaya daerah.

“Kita adalah ibu, pendidik, dan pewaris budaya. Karena itu, kita wajib ikut berperan aktif dalam memajukan kebudayaan,” tegasnya.

Peringatan Milad ke-4 Wahegar menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pelestarian budaya sekaligus mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang berdaya, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.(Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600