Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Suasana malam di kawasan olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, mendadak mencekam setelah terdengar suara ledakan keras pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga dan pedagang yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan diduga berkaitan dengan konflik antarpedagang kaki lima (PKL).
Meski demikian, aparat kepolisian masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut dan belum menyimpulkan adanya keterkaitan dengan tindak pidana terorisme.
Peristiwa bermula ketika seorang pedagang tahu gejrot berinisial E, yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras, terlibat cekcok dengan kakak dari pedagang jagung berinisial S.
Melihat situasi memanas, seorang saksi berinisial S (48) berupaya melerai dengan membawa E menjauh dari lokasi keributan. Namun kondisi kembali memanas saat AS (28), penjual es teh jumbo yang diketahui merupakan mantan narapidana dalam kasus terorisme, bersama saudaranya datang ke lokasi.
Ketika upaya mediasi masih berlangsung, tiba-tiba terdengar ledakan dari arah belakang lokasi keributan. Beruntung saat kejadian kawasan tersebut sudah relatif sepi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polresta Tasikmalaya bersama Tim Brimob segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyisiran.
Dalam proses penyelidikan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang kini sedang diperiksa lebih lanjut, di antaranya pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, baterai, kabel, serta sebuah remote.
Polisi juga memasang garis polisi di sejumlah titik di kawasan lapak PKL Jalan Dadaha. Sebuah gerobak es teh jumbo dan lapak pedagang sosis yang berada di dekat tiang lampu turut dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima sekitar pukul 23.00 WIB dari pihak UPTD Dadaha.
“Kami mendapat laporan sekitar pukul 23.00 WIB dari UPTD Dadaha bahwa terjadi permasalahan yang mengakibatkan ledakan. Karena ada unsur ledakan, kami langsung melakukan olah TKP bersama Brimob,” ujar Andi.
Hingga Minggu (12/7/2026) sore, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.
Polisi telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan. Namun, penyidik menegaskan belum menyimpulkan apakah insiden tersebut berkaitan dengan jaringan terorisme atau murni dipicu konflik pribadi.
“Untuk sementara tiga orang sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Hasilnya nanti akan kami kolaborasikan dengan temuan di lapangan,” tegas Andi.
Penyelidikan masih terus berlangsung, sementara lokasi kejadian tetap berada dalam pengamanan aparat guna kepentingan proses investigasi. (Krist).
















