Sragen/secondnewsupdate.co.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, dengan dimulainya pembangunan Masjid Al Jihad melalui prosesi peletakan batu pertama, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat dalam membangun sarana ibadah yang diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan sekaligus mempererat persatuan warga.
Mewakili Danramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen, Pelda Sumantep Darsono hadir dalam kegiatan tersebut bersama Anggota DPRD Kabupaten Sragen Amelia Suciani, Camat Kalijambe Supri Hariyanto, Kapolsek Kalijambe AKP Joko Margono Utomo, Kepala Desa Kalimacan Hariyanto, serta sekitar 50 tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Pelda Sumantep Darsono menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Masjid merupakan pusat pemersatu umat. Kami berharap semangat gotong royong yang menjadi awal pembangunan ini terus terpelihara hingga pembangunan selesai, sehingga Masjid Al Jihad benar-benar menjadi kebanggaan dan pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalimacan, Hariyanto, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pembangunan masjid hingga rampung.
Menurutnya, partisipasi aktif warga dan dukungan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Ia berharap Masjid Al Jihad tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, serta wadah mempererat ukhuwah Islamiyah di Desa Kalimacan.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung penuh khidmat dan disambut antusias masyarakat.
Dimulainya pembangunan Masjid Al Jihad menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa yang religius, harmonis, dan berdaya. (Agus Kemplu)
















