Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBudayaInformatikaRagam Daerah

Milangkala ke-15 Saguling Berpadu Hari Santri 2026, Camat Bambang: Santri Harus Jadi Generasi Emas!

106
×

Milangkala ke-15 Saguling Berpadu Hari Santri 2026, Camat Bambang: Santri Harus Jadi Generasi Emas!

Sebarkan artikel ini
Camat Saguling, Bambang Wijanarko Ischan, menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Santri yang diikuti berbagai elemen masyarakat.

KBB, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Semangat kebersamaan antara ulama, umaro, dan masyarakat mewarnai peringatan Milangkala ke-15 Kecamatan Saguling yang dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. 

Melalui istighotsah dan tabligh akbar, momentum ini menjadi pijakan untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan serta mencetak generasi muda yang religius, terampil, dan berdaya saing.

Example 300x600

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Kecamatan Saguling, tersebut terasa istimewa karena menjadi kali pertama peringatan Hari Santri diselenggarakan di tingkat kecamatan dengan melibatkan seluruh pondok pesantren dan sekolah di wilayah Saguling. Kamis (22/10/2026).

Camat Saguling, Bambang Wijanarko Ischan, menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Santri yang diikuti berbagai elemen masyarakat. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perlombaan bernuansa Islami, meliputi pidato, qasidah, hadroh, dan azan.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan sekitar 400 orang yang berasal dari pondok pesantren dan sekolah-sekolah di Kecamatan Saguling.

“Total peserta lomba mencapai sekitar 400 orang yang berasal dari pondok pesantren dan sekolah-sekolah,” ujar Bambang.

Memasuki siang hari, suasana kebersamaan berlanjut melalui syukuran dan doa bersama memperingati hari jadi ke-15 Kecamatan Saguling. 

Doa dipimpin Ustazah Aah dari Pangandaran, dengan harapan agar Saguling semakin maju, sejahtera, serta mampu melanjutkan perjuangan para ulama dan tokoh pendahulu.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak mengenang jasa para ulama perintis, tokoh masyarakat, serta mantan pejabat kecamatan yang telah berkontribusi terhadap perjalanan dan perkembangan Saguling.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Danramil dan Kapolsek, serta pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), dan jajaran UPTD terkait.

Santri Tak Hanya Mendalami Agama

Bambang menegaskan, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kontribusi santri terhadap masa depan daerah.

Dengan mengusung semangat santri untuk generasi emas, ia berharap para santri mampu berkembang menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki keterampilan dan kepedulian sosial.

“Kami berharap santri semakin maju dan berdaya. Mereka tidak hanya menuntut ilmu agama, tetapi juga diajarkan berbagai keterampilan sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Menariknya, seluruh pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari swadaya pondok pesantren dan masyarakat Kecamatan Saguling.

Hal ini menjadi gambaran semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menyukseskan kegiatan keagamaan sekaligus memperingati hari jadi kecamatan.

Prestasi MTQ Meningkat, Sinergi Ulama dan Umaro Diperkuat

Optimisme terhadap masa depan santri juga didukung peningkatan prestasi keagamaan Kecamatan Saguling dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). 

Bambang menyebut, capaian Saguling meningkat dari peringkat kelima menjadi juara ketiga umum.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua dan membuktikan bahwa peran santri sangat terasa dalam kemajuan kecamatan,” tegasnya.

Ke depan, Bambang berharap hubungan antara ulama dan umaro semakin erat sehingga mampu memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan hingga pengembangan prestasi keagamaan.

Menurutnya, perkembangan Kecamatan Saguling yang semakin pesat perlu diimbangi dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam pembinaan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kecamatan Saguling saat ini menunjukkan perkembangan yang lumayan pesat, dan sinergi dengan pondok pesantren menjadi kunci utamanya,” pungkas Bambang.

Peringatan Milangkala ke-15 yang dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional 2026 ini diharapkan tidak hanya memperkuat nilai-nilai religius, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi demi mewujudkan Kecamatan Saguling yang semakin maju. (Hendra)

Penulis: Hendra Yuli Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600