Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKriminal

Proyek Irigasi P3TGI di Pandeglang Diduga Bermasalah, Pengawasan Disorot hingga Muncul Dugaan Kongkalikong

116
×

Proyek Irigasi P3TGI di Pandeglang Diduga Bermasalah, Pengawasan Disorot hingga Muncul Dugaan Kongkalikong

Sebarkan artikel ini
Ketua GWI Pandeglang, Raeynold Kurniawan, menilai berbagai dugaan penyimpangan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.

Pandeglang Banten/ secondnewsupdate.co.id – Proyek pembangunan saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGI) di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi sorotan. 

Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut, mulai dari kualitas pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi standar teknis hingga lemahnya pengawasan, sehingga dikhawatirkan berdampak pada manfaat proyek bagi masyarakat.

Example 300x600

Ketua GWI Pandeglang, Raeynold Kurniawan, menilai berbagai dugaan penyimpangan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh aparat berwenang. 

Menurutnya, apabila terbukti terjadi pelanggaran, maka hal itu berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus menghambat pemenuhan kebutuhan irigasi bagi para petani.

“Bila benar ditemukan pelanggaran spesifikasi dan pengawasan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka hal ini harus diusut secara menyeluruh. Jangan sampai anggaran negara terbuang percuma dan masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pekerjaan diduga menggunakan campuran semen di bawah spesifikasi, material batu yang tidak sesuai ketentuan, bahkan sebagian material disebut berasal dari sekitar lokasi proyek.

Selain itu, kedalaman pondasi diduga tidak memenuhi perhitungan teknis sebagaimana yang dipersyaratkan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kekuatan konstruksi saluran irigasi dan meningkatkan risiko kerusakan, terutama saat menghadapi debit air tinggi pada musim hujan.

Tak hanya itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga disebut belum diterapkan secara optimal. 

Sejumlah pekerja diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), sementara tenaga pendamping lapangan disebut kerap tidak berada di lokasi saat pekerjaan berlangsung.

Raeynold juga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap proyek tersebut. Ia meminta instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk pengawas dan pelaksana pekerjaan, apabila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, program irigasi seharusnya mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan akibat kualitas pekerjaan yang dipertanyakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan tersebut. (Sanan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600