Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaPendidikanRagam Daerah

Revitalisasi KB Fathul Huda Garut Bawa Angin Segar! Dua Ruang Kelas Baru Dibangun, Warga Lokal Ikut Diberdayakan

126
×

Revitalisasi KB Fathul Huda Garut Bawa Angin Segar! Dua Ruang Kelas Baru Dibangun, Warga Lokal Ikut Diberdayakan

Sebarkan artikel ini
Kepala KB Fathul Huda, Ernawati, usai diwawancarai bersama bangunan yang sedang progres revitalisasi di Pamengpeuk, Kabupaten Garut.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 membawa angin segar bagi dunia pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Salah satu penerima manfaatnya adalah Kelompok Bermain (KB) Fathul Huda di Kampung Bayu Asih, Desa Sirnabakti, Kecamatan Pamengpeuk, yang kini mendapatkan peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang kenyamanan belajar anak-anak.

Example 300x600

Bantuan revitalisasi tersebut menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman. 

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan pendidikan bagi anak usia dini sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kepala KB Fathul Huda, Ernawati, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pendidikan atas dukungan yang diberikan kepada lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Ernawati saat diwawancarai pada Rabu (21/10/2026). 

Ia menilai, program revitalisasi menjadi jawaban atas kebutuhan sekolah terhadap fasilitas pembelajaran yang lebih memadai.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta Pemerintah Kabupaten Garut, terutama Dinas Pendidikan. Bantuan program revitalisasi ini sangat membantu sekolah kami,” ujar Ernawati.

Fasilitas Pendidikan Dibenahi, Anak-anak Makin Nyaman Belajar

Sebelum memperoleh bantuan revitalisasi, KB Fathul Huda menghadapi sejumlah persoalan pada kondisi bangunan. 

Beberapa ruangan mengalami kebocoran sehingga membutuhkan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Melalui program revitalisasi 2026, sekolah tersebut memperoleh pembangunan dua ruang kelas baru atau RKB, satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), taman bermain, pemagaran lingkungan sekolah, serta ruang administrasi.

Selain itu, sejumlah fasilitas juga direhabilitasi, termasuk sarana sanitasi dan mandi, cuci, kakus (MCK).

Perbaikan tersebut menjadi perubahan berarti bagi pihak sekolah. Bertambahnya ruang kelas diharapkan dapat mendukung penataan kegiatan pembelajaran, sedangkan fasilitas sanitasi yang lebih baik menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.

“Dulu banyak ruangan yang bocor. Sekarang, alhamdulillah, ruang kelas sudah bertambah dan toilet juga sudah direhabilitasi. Mudah-mudahan dengan adanya program revitalisasi ini, sekolah kami semakin maju dan lebih berprestasi,” jelasnya.

Bagi lembaga pendidikan anak usia dini, ketersediaan fasilitas yang memadai bukan sekadar persoalan bangunan. 

Lingkungan belajar yang aman, bersih, dan menyenangkan juga menjadi salah satu faktor pendukung bagi anak-anak dalam mengikuti aktivitas pembelajaran serta mengembangkan kemampuan sosial dan kreativitas mereka.

Karena itu, peningkatan sarana dan prasarana di KB Fathul Huda diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan pendidikan di wilayah Kecamatan Pamengpeuk.

Swakelola Libatkan Masyarakat, Enam Tukang dan 18 Laden Diberdayakan

Program revitalisasi KB Fathul Huda tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pendidikan.

Pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi melalui mekanisme swakelola juga membuka ruang keterlibatan masyarakat setempat.

Ernawati menjelaskan, pekerjaan dilaksanakan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar sekolah.

Dalam pelaksanaannya, tercatat enam orang tukang dan 18 orang laden turut membantu pekerjaan pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas pendidikan tersebut.

“Pengerjaannya dilakukan secara swakelola dan melibatkan masyarakat lokal. Untuk tenaga kerja, ada enam orang tukang dan 18 orang laden yang membantu pelaksanaan pekerjaan,” ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu nilai tambah dalam pelaksanaan program tersebut. 

Di satu sisi, sekolah memperoleh fasilitas yang lebih memadai. Di sisi lain, masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan sarana pendidikan di lingkungannya.

Skema swakelola juga memberikan ruang bagi keterlibatan unsur sekolah dan masyarakat dalam proses pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan program yang berlaku.

Dengan demikian, revitalisasi satuan pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan pendidikan di tingkat lokal.

54 Siswa Jadi Penerima Manfaat, Sekolah Berharap Terus Berkembang

Saat ini, KB Fathul Huda memiliki sebanyak 54 siswa. Peningkatan fasilitas sekolah diharapkan memberikan manfaat langsung bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan pembelajaran setiap hari.

Keberadaan ruang kelas baru, ruang UKS, taman bermain, ruang administrasi, serta fasilitas sanitasi yang telah direhabilitasi diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih mendukung kebutuhan anak usia dini.

Ernawati berharap, tersedianya sarana dan prasarana yang lebih baik dapat menjadi motivasi bagi para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pelayanan pendidikan secara optimal.

Menurutnya, pembangunan fisik perlu diiringi dengan peningkatan semangat dan kualitas kerja para pendidik agar manfaat revitalisasi benar-benar dirasakan oleh para siswa.

“Harapan kami, bantuan ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan sekolah kami semakin berkembang,” pungkasnya.

Program revitalisasi KB Fathul Huda menjadi gambaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan perlu dimulai dari lingkungan belajar yang layak dan sesuai kebutuhan peserta didik. 

Dengan dukungan pemerintah, keterlibatan masyarakat, serta komitmen tenaga pendidik, diharapkan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut semakin berkembang dan mampu memberikan fondasi yang kuat bagi masa depan generasi penerus bangsa. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600